Konten dari Pengguna

Potensi Aquacycle dalam Mengatasi Masalah Limbah Plastik dan Ketahanan Pangan

M Iqtada Binnabi

M Iqtada Binnabi

Mahasiswa Universitas Diponegoro

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari M Iqtada Binnabi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dokumentasi Bersama Perangkat Desa dan Warga Desa Pucung, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan
zoom-in-whitePerbesar
Dokumentasi Bersama Perangkat Desa dan Warga Desa Pucung, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan

Pekalongan (09/08/2024) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro menyelenggarakan salah satu program unggulan KKN Tim II Universitas Diponegoro di Desa Pucung yaitu AQUACYCLE: Inovasi Aquaponik dari Sampah Botol Plastik.

Limbah botol plastik merupakan bahan padat antropogenik yang sudah tidak terpakai lagi. Limbah botol plastik tidak terurai oleh tanah dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Jenis limbah ini semakin meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk. Pada umumnya masyarakat tidak dapat mengelola sampah dengan baik Akibatnya, sampah botol plastik menumpuk. Sampah plastik sangat kompleks rusak, menyebabkan masalah kebersihan dan lingkungan. Selain itu Banjir merupakan ancaman serius akibat pembuangan limbah yang sembarangan. Jika masyarakat dapat mengolahnya menjadi bahan daur ulang, maka dapat mencegah pencemaran sampah bagi masyarakat.

Berdasarkan permasalahan tersebut, Mahasiswa dan Mahasiswi yang tergabung dalam KKN Tim II Universitas Diponegoro berinovasi memanfaatkan sampah botol plastik dan gelas plastik bekas untuk tempat media tanam sistem Aquaponik. Aquaponik adalah metode pertanian yang menggabungkan budidaya ikan dan tanaman dalam satu sistem yang saling menguntungkan. Dimana tanaman mendapatkan nutrisi dari air kolam ikan untuk pertumbuhan. Aquaponik ini membutuhkan perawatan tanaman untuk mendapatkan hasil yang optimal.

Cara perawatan tanaman pada sistem Aquaponik sebagai berikut: 1) Mengecek Kondisi Air agar akar tanaman mendapatkan nutrisi dari air kolam. 2) Pemberian nutrisi tambahan untuk mempercepat pertumbuhan tanaman. 3) Membersihkan Media tanam. 4) Menjaga sanitasi lingkungan seperti cahaya matahari, suhu, Ph, dan kandungan nutrisi. 5) Mengecek secara berkala kondisi tanaman dan media tanam.

Dokumentasi KKN Tim II UNDIP Desa Pucung dengan Prototype Aquacycle

Pelaksanaan program ini disambut baik oleh warga Desa Pucung karena dapat mengurangi permasalahan sampah di Desa Pucung. Diharapkan dengan adanya program ini dapat mengedukasi masyarakat terkait dengan pemnfaatan sampah baik organik dan anorganik sehingga lingkungan menjadi bersih. Selain itu, dengan adanya program ini dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait cara menjaga ketahanan pangan.