Bakti BCA Latih 9 Desa Wisata Binaan Lewat Workshop Gastronomi di Labuan Bajo

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melalui program corporate shared value (CSV) Bakti BCA, memperkuat komitmen pemberdayaan masyarakat di Indonesia Timur. Bakti BCA menggelar workshop peningkatan keterampilan gastronomi bagi para pengelola desa Bakti BCA di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Program yang diikuti 9 pengelola desa Bakti BCA ini dirancang sebagai langkah strategis memberdayakan pengelola desa yang memiliki keunggulan di bidang gastronomi, termasuk pendalaman kuliner lokal dengan sejarah, seni, dan budaya.
“Kuliner lokal adalah salah satu potensi yang paling dekat dengan keseharian masyarakat desa. Kami ingin mendorong para pengelola Desa Bakti BCA untuk semakin percaya diri menyajikan cita rasa dan budaya khas daerahnya dengan standar penyajian yang lebih baik, sehingga dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat desa,” kata EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, dalam keterangannya dikutip Sabtu (11/7).
Hera menyatakan, workshop ini mengusung pendekatan penyajian gastronomi end-to-end. Mulai dari pemilihan dan pengolahan bahan baku lokal, teknik memasak, hingga cara menata dan menyajikan hidangan agar tampil lebih menarik di mata wisatawan.
Para peserta diajak mempraktikkan langsung setiap tahapan penyajian dengan pendampingan dari Dapur Tara, pelaku usaha kuliner berbasis budaya Flores yang berlokasi di kawasan Labuan Bajo, sebagai fasilitator workshop.
Selain workshop di Labuan Bajo, Bakti BCA juga kerap mendampingi desa wisata binaan di berbagai wilayah Indonesia untuk mengoptimalkan potensi ekonomi lokal termasuk di bidang kuliner, kerajinan, dan pariwisata.
BCA memberi pembinaan holistik untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) masyarakat desa melalui berbagai program seperti pengelolaan keuangan, rumah pangan hidup (RPH), revitalisasi kebun kopi, dukungan sertifikasi, serta berbagai ragam program pengembangan lainnya.
Seluruh kontribusi tersebut dijalankan secara terstruktur melalui tiga pilar utama inisiatif Desa Bakti BCA yakni:
Usaha Berbasis Kemasyarakatan: memastikan usaha desa Bakti BCA dimiliki dan dikelola oleh masyarakat lokal di masing-masing daerah.
Peningkatan Kapasitas: menyelenggarakan pelatihan berkala untuk penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan kelembagaan tata kelola usaha desa.
Akses Pasar: memberikan dukungan promosi dan perluasan akses pasar melalui berbagai saluran ekosistem BCA serta misi penjualan.
“Kami percaya penguatan kapasitas masyarakat desa harus dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan agar dampaknya benar-benar terasa,” ucap Hera.
Inisiatif tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Bakti BCA dalam membangun ekosistem desa yang mandiri dan berdaya saing, sekaligus memastikan setiap program tidak hanya bersifat pelatihan sesaat, tetapi memberikan dampak nyata yang dapat tumbuh dalam jangka panjang.
