BTR Alpha: Pelan Tapi Pasti

Eri Muriyan. Kadang mengamati video game dan esport. Seringnya memberi makan kelinci pagi dan malam.
Tulisan dari Eri Muriyan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bigetron Alpha 2-1 menang melawan Geek Fam. Lagi 2-1 menang melawan Evos. Dan lagi 2-1 menang melawan Aura. Meski hanya 1 poin setiap kemenangan, BTR melangkah pelan tapi pasti.
Branz mendapatkan Savage yang pertama untuk MPL ID Season 7 kali ini. Korbannya tak lain dan tak bukan adalah Aura. Yi Sun Shin menemukan momentumnya saat snowballing terjadi dengan ditempel ketat empat pemain BTR lainnya. Satu penyebutan yang unik dari para caster sebagai Paspambranz alias Pasukan Pengamanan Branz. langkah untuk tidak terculik, terbukti berhasil.
Savage ini adalah sebuah rekor yang semakin menambah kepercayaan diri mereka untuk meraih tujuan. Ada catatan menarik BTR dalam dua season terakhir. Season 5 mereka mampu berada di posisi 4 saat play off. Season 6 mereka kalah dari Alterego di final lower bracket dan harus puas berada di posisi 3. Dengan catatan itu, tujuan mereka kali ini jelas naik satu langkah lagi agar bisa masuk final MPL ID S7. Realistis.
Tujuan BTR untuk menuju Play off, meski masih awal setidaknya dibarengi dengan catatan yang juga menarik. Tiga pertandingan mereka lewati dengan salah satu game yang pasti mencapai menit 17 ke atas. Menit di mana memastikan biasanya terjadi lord kedua atau lategame. Catatan yang jarang dimiliki tim lain sebab kebanyakan game berjalan cepat. Ini menunjukkan BTR punya kedisiplinan saat tertekan sehingga tidak bisa dikalahkan cepat-cepat. Contohnya saat kalah dari Genflix Aerowolf. Bila tidak, BTR juga punya kedisiplinan saat sulit menembus pertahanan lawan hingga blunder dilakukan lawan. Contohnya seperti saat melawan Evos.
BTR jelas tidak segemilang Alter Ego dalam tiga pertandingan pertama. Branz masih punya waktu sebelum bertemu Celiboy dan kawan-kawannya. Sebab besok BTR akan menghadapi RRQ yang sedang tidak baik-baik saja. Bisakah BTR menunjukkan permainan yang agresif dan mendominasi dan melibas habis 2-0? Kita akan melihat besok. Sebuah kesalahan bila BTR bermain pasif, sebab RRQ masih menggunakan senjata lategame sampai saat ini. Terakhir memainkan Lancelot dengan Skylar sebagai debutannya, dan Taka dengan Wanwan, RRQ gagal sebab dibendung Onic.
Bila BTR tidak agresif berarti Renbo akan disiapkan untuk membantu Branz sebagai damage dealer BTR di lategame. Hero-hero seperti Cecilion, Change, barangkali akan keluar. Bisa jadi Claude bila tidak diban, juga akan diambil. Sebuah pertaruhan kekuatan tim, kedisplinan tim, dan kesolidan tim dalm war di lategame. BTR punya modal, mereka seharusnya juga tidak takut.
BTR ibarat pembalap bukan tipe agresif di lintasan jarak pendek. BTR tidak memaksa untuk tancap gas sejak menit awal. Jika mereka unggul di awal, jelas sebuah kesalahan bagi lawan. BTR adalah tipe nafas panjang, mesin dingin, dengan perencanaan matang. Branz memang dielu-elukan di awal kemunculannya, lalu agak redup di dua season terakhir. Branz anak Yogyakarta itu, bersama tim robot, bersikap dingin dengan tujuan pasti. Sebab sebelumnya diremehkan, sekarang jelas terencana. Pelan tapi pasti. []
