Konten dari Pengguna

Dua Marksman Jadi Andalan Evos?

Eri Muriyan

Eri Muriyan

Eri Muriyan. Kadang mengamati video game dan esport. Seringnya memberi makan kelinci pagi dan malam.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Eri Muriyan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dua Marksman Jadi Andalan Evos?
zoom-in-whitePerbesar

Setelah hari pertama kalah 2-1 dari Bigetron Aplpha, Evos akhirnya menang 2-0 dari Aura Fire. Satu pergantian player dilakukan, Luminaire masuk mencadangkan Rexxy. Keputusan yang membuahkan hasil, sebab dua game menjadi kemenangan Evos tanpa perlawanan sengit Aura.

Ada satu hal yang paling mencolok dari line up Evos kali ini. Dua marksman digunakan untuk dua game. Karrie-Wanwan dan Yi Sun Shin-Wanwan. Sebuah keuntungan untuk Evos sebab permainan Aura tidak berhasil memenangkan early game. Hasilnya Wan-wan yang digunakan Clover dan YSS yang digunakan Wannn mencapai level dan item yang diinginkan.

Evos sudah mengevaluasi blunder yang dilakukan saat melawan BTR. Kedisplinan terlihat lebih dijaga oleh player-player Evos utamanya Wannn, Darkness, Antimage. Mereka tak lagi memberi celah keuntungan untuk lawan sebab pergerakan yang salah dan tidak perlu. Mengingat hero core mereka juga merupakan hero aman untuk mid game dan lategame, jadi permainan pasif hingga akhirnya memenangi war dan objektif bisa didapatkan.

Dua marksman apakah akan menjadi ciri khas dan kekuatan Evos? Nampaknya terlalu dini untuk menilainya sekarang. Namun potensi mereka memaksimalkan line up hero semacam itu menjadi sangat mungkin terjadi. Pasalnya Rekt bagaimanapun juga ia berganti role menjadi sideliner dengan hero-hero fighter, sampai saat ini belum pernah menunjukkan peeforma mengagumkan. Rekt tetaplah Rekt yang menjadi seorang petani, dengan hero-hero marksmannya.

Dua marksman jelas line up yang kuat untuk war dan late game dengan damage dealer yang bukan cuma jungler. Dua marksman sayangnya punya kelemahan bila lawan bermain berani, agresif, dan jeli memenangkan draft pick sebelum pertandingan dimulai.

Wan-wan hanya satu contoh hero populer yang diletakkan di gold lane. BTR sudah melakukan juga dengan hero lain yaitu Claude. Apakah dua hero marksman ini saja yang akan muncul? Kita akan menemukan jawbannya pekan-pekan ke depan. Apakah Granger, Bruno, Clint, akan ada yang memainkan? Apakah Harley, Zhask, dan hero-hero mage bertipe range bisa dimainkan di side sebagai pengganti marksman? Sebab RRQ Sena berhasil memainkan Zhask di MDL sementara Rekt juga pernah memainkan dua hero ini di season-season sebelumnya.

Strategi apa dan apakah Evos sudah benar-benar siap untuk bertarung di reguler serta play off setidaknya sudah dibuka oleh Luminaire dipertandingan kedua. Ia menggunakan hero Faramis. Pengambilan hero ini menandakan bahwa Evos jelas sudah mempersiapkan strategi dan line up yang tidak tertebak. Lainnya? Biarlah Evos yang mencoba menjawabnya lagi-lagi di pekan-pekan ke depan. Sebuah jawaban yang dinanti publik dan penggemarnya, sebab rasanya semua menantikan Evos yang perkasa kembali.

Dimainkannya Luminaire kenyataan menghasilkan komunikasi yang baik bagi tim Evos. Karakter cerewet Ihsan, nama aslinya, di dalam game membuahkan hasil. Ia dikenal menghasilkan banyak informasi dari mid lane, kelemahan lawan, dan bahkan mungkin juga set up war, untuk semua player timnya. Konten mic check yang sering diunggah Evos TV menunjukkan itu.

Di game kedua momen penyelatan Luminaire Antimage membuktikan komunikasi yang berjalan lancar. Antimae memiliki sisa darah tipis di area Aura, dikejar Kabuki yang menggunakan Paquito. Sementara Luminaire dengan Faramis yang darahnya masih penuh mendekat dan memancing Kabuki agar menyerang dirinya. Tak ada yang menyangka, ia berhasil dan Antimage memiliki jalan untuk pulang ke areanya. Lebih tidak disangka sebab Luminaire sebenarnya rela mati demi penyelamatan sidelanernya yang mengendalikan Benedetta itu, tapi nyatanya Luminaire masih bisa kabur dengan darah yang sekarat. Well played Luminaire.

Kemenangan 2-0 ini adalah kemenangan yang mengobati perasaan penggemar. Evos dan coach Zeys nampaknya berhasil mengendalikan respon penggemarnya. Sebab kekalahan pertandingan pertama mereka, direspon penggemar dengar hujatan. Hujatan yang menunjukkan kekesalan sekaligus harapan agar Evos kembali berjaya. Meski kekalahan dari BTR adalah kekalahan tipis, penggemar tidak peduli, tidak mau tahu.

Apakah Evos bisa membawa tren positif ini ke pekan-pekan selanjutnya. Kita hanya bisa menunggu pembuktian Evos, pembuktian yang bisa berbuah hujatan lagi atau kelegaan. []