HUT Kejaksaan: Diskusi Perampasan Aset Bersama Mahasiswa & WNI Se-Arab Saudi

Atase Hukum KBRI RIYADH
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Dr. Erianto N, SH. MH. tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam kondisi bangsa Indonesia sedang berduka akibat terjadinya kerusuhan di berbagai daerah, Kejaksaan Republik Indonesia Tanggal 2 September 2025 memperingati Hari Lahir Ke-80 bertepatan pengangkatan Mr. R Gatot Tanoemihardja sebagai Jaksa Agung pertama oleh Presiden Soekarno sesuai Keputusan Jaksa Agung Nomor 196 Tahun 2023. Jaksa Agung ST Burhanuddin menjelaskan tema hari lahir “transformasi kejaksaan menuju indonesia maju” bertujuan memadukan arah pembangunan kejaksaan dengan arah kebijakan strategis dan sasaran prioritas pembangunan nasional yang memerlukan keselarasan penegakan hukum dengan stabilitas dan kepemimpinan nasional. Sebelumnya hari lahir kejaksaan diperingati setiap Tanggal 22 Juli bertepatan momentum kejaksaan mandiri dari Departemen Kehakiman 22 Juli 1960 sesuai Keputusan Presiden Nomor 204 Tahun 1960.
Atase Hukum sebagai Perwakilan Kejaksaan di KBRI Riyadh berikhtiar ambil bagian mengisi hari lahir kejaksaan di Arab Saudi bekerja sama dengan Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Arab Saudi dalam bentuk diskusi hukum tentang strategi mengejar aset hasil kejahatan di dalam dan luar negeri. Diskusi melibatkan mahasiswa sejumlah kampus seluruh arab saudi yaitu King Saud University, Imam Muhammad ibn Saud Islamic University dan Prince Sattam bin Abdulaziz University di kota Riyadh, Majmaah University, King Fahd University of Petroleum and Minerals Dhahran, Qassim University Buraidah, University of Hail, King Khalid University Abha, Jazan University, Najran University, Northern Borders University Arar, Al-Jouf University Sakaka, Islamic University of Madinah, Umm al-Qura University Makkah serta King Abdulaziz University Jeddah. Di samping itu juga terdapat PMI di berbagai provinsi di Arab Saudi.
Dalam diskusi secara hybrid Sabtu sore 30 Agustus 2025, Atase Hukum menghadirkan langsung praktisi hukum kejaksaan yang sudah banyak pengalaman melakukan pengejaran aset kejahatan baik korupsi atau lainnya sebagai narasumber yaitu Dr. Zulkipli Penyidik dan Penuntut Umum Jampidsus, Fiyulia Hartini Putri SH.MH Kasubag Ektradisi Biro Hukum dan Hubungan Luar Negeri dan Aisyah SH.MH Satuan Tugas Badan Pemulihan Aset Kejaksaan Agung dengan dimoderatori langsung Atase Hukum Dr. Erianto Nazar. SH.MH Dalam mengoptimaklan keikutsertaan serta menumbuhkan semangat diskusi maka mahasiswa masing-masing kampus mengikuti secara bersama-sama di ruangan pertemuan masing-masing kampus.
Lebih lanjut Atase Hukum menjelaskan tujuan diskusi adalah mengenalkan kepada mahasiswa dan WNI yang ada di Arab Saudi tentang bentuk dan modus kejahatan terkait perampokan aset negara atau masyarakat seperti korupsi, pencucian uang, narkoba, perdagangan orang, perpajakan, investasi dan lainnya termasuk merugikan kehidupan dan perekonomian masyarakat luas. Selanjutnya memberi pemahaman pentingnya penyelamatan aset, bagaimana optimalisasi dan strategi memburu aset, hambatan yang dihadapi baik dalam negeri maupun luar negeri serta bagaimana pengelolaan aset sehingga kerugian negara/masyarakat dapat dipulihkan. Tujuan akhirnya tumbuh pemahaman, kesadaran dan kepedulian bersama peserta dalam mendukung pengungkapan aset hasil kejahatan meskipun mereka di luar negeri.
Dalam diskusi yang diikuti sekitar seratus peserta terlihat antusias khususnya mahasiswa di berbagai kampus seluruh penjuru Arab Saudi karena hal baru bagi mereka yang selama ini hanya fokus belajar ilmu agama dan banyak tertinggal bahkan tidak peduli dengan permasalahan di Indonesia.
Beberapa mahasiswa dan WNI berharap diskusi seperti ini sering dilakukan sehingga mereka meskipun jauh di luar negeri namun dapat pemahaman utuh, memiliki sikap kritis dan analitis serta peduli dengan permasalahan yang terjadi di Indonesia di mana satu saat mereka pasti akan kembali dan mengabdi kata Atase Hukum mengakhiri.
