Konten dari Pengguna

Syukuran HUT Kejaksaan RI bersama PMI di Riyadh

Dr. Erianto N, SH. MH.

Dr. Erianto N, SH. MH.

Atase Hukum KBRI RIYADH

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Dr. Erianto N, SH. MH. tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ulang Tahun ke-65 Kejaksaan RI bersama PMI Riyadh Foto: Erianto Nazar
zoom-in-whitePerbesar
Ulang Tahun ke-65 Kejaksaan RI bersama PMI Riyadh Foto: Erianto Nazar

Dalam rangka ulang tahun ke-65 Kejaksaan RI atau Hari Bhakti Adhyaksa yang digelar setiap 22 Juli, Atase Kejaksaan/Atase Hukum KBRI Riyadh menggelar acara syukuran sederhana. Acara ini Atase Kejaksaan beri tajuk "Tasyakuran Atase Hukum KBRI Riyadh bersama PMI Kurang Beruntung".

Meski menjadi satu-satunya insan adhyaksa yang berada ribuan kilometer jauhnya di jazirah Arab, namun hal ini tidak mematahkan semangat Atase Kejaksaan untuk ikut ambil mensyukuri sekaligus mengenalkan institusi tercinta melalui beberapa kegiatan sederhana. Tak cuma syukuran, kami juga menggelar salat berjemaah, pengajian, diskusi, sesi curhat, berbagi hadiah, hingga menikmati kuliner bersama sekitar 90 PMI Indonesia di Riyadh.

Rangkaian kegiatan ini terasa sangat mengharukan dan lebih bermakna. Apalagi para PMI yang hadir telah mengalami kezaliman selama berada di Arab Saudi hingga harus diselamatkan ke KBRI. Mereka tak cuma diberi perhatian serius, tapi juga diajak bersama-sama berbagi kebahagiaan di hari yang penting ini, yang biasanya dirayakan bersama pejabat dan para tokoh.

Ulang Tahun ke-65 Kejaksaan RI bersama PMI Riyadh Foto: Erianto Nazar

Dalam kegiatan yag digelar sekitar tiga jam, dari maghrib sampai isya, di rumah penampungan KBRI ini, Atase Kejaksaan sengaja mengenakan pakaian dinas harian kejaksaan; sedangkan istri menggunakan seragam Adhyaksa Dharma Kartini. Ini adalah salah satu cara kami mengenalkan kejaksaan kepada PMI di Arab Saudi.

Kepada mereka Atase Kejaksaan sampaikan, kegiatan ini adalah bentuk hadirnya Kejaksaan, melalui perwakilan di KBRI Riyadh, dalam membela kepentingan PMI yang tengah menghadapi masalah. Tak cuma itu, Kejaksaan juga terus mendorong dan berkoordinasi dengan pihak terkait di Indonesia agar pihak-pihak yang telah menjerumuskan para PMI segera dimintai pertanggungjawabannya dengan harapan tak akan ada lagi korban lain.

Selain itu, kami juga terus berkoordinasi dengan kantor pusat kejaksaan, termasuk yang ada di seluruh kabupaten/kota di Indonesia, untuk mensosialisasikan dinamika kehidupan, adat istiadat, hingga aturan hukum di luar negeri, khususnya di Timur Tengah, kepada calon PMI yang sudah siap. Jangan sampai mereka berangkat hanya bermodal bujuk rayu dan tipuan janji manis oknum.

Ada beberapa faktor yang memicu eksploitasi fisik, psikis, bahkan seksual kepada PMI yang ada di luar negeri. Salah satunya adalah karena mereka belum siap secara mental, kemampuan, dan tanggung jawab untuk bekerja. Kondisi ini diperparah dengan minimnya pendidikan, pengalaman, dan kemampuan komunikasi sehingga para PMI rawan ditipu, dibohongi oleh oknum di Arab Saudi atau bahkan sesama PMI yang lebih senior.

Ulang Tahun ke-65 Kejaksaan RI bersama PMI Riyadh Foto: Erianto Nazar

Ustaz Muhammad Masyhur, alumni Yaman yang mengisi sesi siraman rohani di acara ini, juga menekankan perlunya bersyukur dengan kondisi yang ada. Meski sedang merasa kesulitan, menurutnya, masih banyak orang yang kurang beruntung di luar sana. Ikhtiar yang kuat untuk berubah dan meyakini bahwa masih ada harapan juga penting ditumbuhkan di hati. Kajian ini terasa sangat relate bagi para PMI karena apa yang disampaikan tengah mereka alami saat ini.

Sebagai wujud rasa syukur karena ternyata ada lima orang PMI yang sudah konsisten melakukan puasa Senin-Kamis selama dua bulan terakhir, Atase Kejaksaan juga memberikan hadiah masing-masing 100 Riyal Arab Saudi kepada mereka. Hal ini adalah wujud terima kasih karena mereka telah konsisten melakukan hal yang tidak bisa dilakukan semua orang dengan tulus.

Kegiatan yang dibuka dengan salat Maghrib dan Isya berjemaah ini ditutup dengan menyantap nasi arab dan buah-buahan bersama-sama. Kami makan bersama, berbaur, tanpa ada jarak sambil diselingi dialog ringan dan saling curhat.