Memar Misterius

Saya Erico Hilmar, mahasiswa Kesehatan Universitas islam As-syafi'iyah dengan latar belakang pendidikan SMK Farmasi. Fenomena seperti pembodohan di dunia kesehatan adalah trigger saya untuk menjadi kontributor Kumparan.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Erico Hilmar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pernahkah kalian menemukan bagian tubuh kalian tiba-tiba memar tanpa ada nya benturan? Tentu itu akan membuat kita heran karena sebelumnya tidak merasa jatuh atau terbentur. “Memar Misterius” muncul seketika bagai tamu tak undang.
Dan ketika kita ceritakan hal ini ke orang terdekat, banyak dari mereka yang beranggapan bahwa fenomena ini adalah intervensi setan ataupun jin. Ada yang bilang “dijilat setan” ada juga yang bilang “disentuh setan”.
Dan entah kenapa mitos ini bisa menyebar luas di masyarakat kita. Bahkan beberapa waktu lalu, mimin sempat melihat salah satu postingan di sosial media yang berkaitan dengan pembahasan ini.
Pada unggahan tersebut memperlihatkan beberapa memar muncul secara tiba-tiba tanpa ada nya benturan.
Ramai warganet berkomentar, mereka berasumsi bahwa memar yang muncul secara tiba-tiba itu adalah ulah dan perbuatan setan ataupun jin.
Tapi terlepas dari anggapan mistis yang beredar, sebenarnya fenomena ini bisa dijelaskan secara rasional dan sederhana, loh. Bahkan, kalau kita pahami penyebabnya, ada alasan medis yang bisa menjelaskan kenapa memar bisa muncul begitu saja tanpa ada nya benturan.
Bagaimana memar terjadi?
Sebelum membahas lebih jauh tentang memar yang muncul tanpa benturan, ada baiknya kita pahami dulu bagaimana memar bisa terbentuk.
Pecahnya pembuluh darah dibawah kulit
Di bawah permukaan kulit terdapat banyak pembuluh darah kecil yang berfungsi mengalirkan oksigen dan nutrisi ke jaringan tubuh. Dalam kondisi tertentu, pembuluh darah ini dapat pecah akibat benturan, tekanan berlebih, atau cedera ringan. Pada individu dengan dinding pembuluh darah yang lebih rapuh, pecahnya pembuluh bahkan dapat terjadi tanpa adanya trauma yang jelas.
Berikut ilustrasi pembuluh darah sehat dibawah jaringan kulit dan pembuluh darah pecah dibawah kulit:
Perdarahan dan penumpukan darah di jaringan sekitar
Ketika pembuluh darah pecah, darah keluar dan merembes ke jaringan di sekitarnya. Karena tidak segera terserap oleh tubuh, darah tersebut akan mengumpul dan membentuk bekuan (koagulasi) di bawah permukaan kulit. Penumpukan darah ini menyebabkan area kulit tampak kebiruan atau keunguan, yang dikenal sebagai “Memar”.
Berikut Ilustrasi darah keluar dan darah yang menggumpal, yang kemudian kita sebut memar:
Tapi adakalanya memar ini bisa muncul sendiri tanpa adanya benturan lohhh…
Memar tanpa benturan dapat terjadi karena adanya perubahan atau gangguan pada kekuatan pembuluh darah dan proses pembekuan darah di dalam tubuh. Dalam kondisi normal, pembuluh darah memiliki dinding yang elastis dan kuat, sehingga tidak mudah pecah. Namun, pada beberapa keadaan, dinding pembuluh darah dapat menjadi lebih rapuh dan mudah bocor, bahkan tanpa adanya trauma fisik yang jelas.
Beberapa faktor yang dapat menyebabkan hal ini antara lain:
1. Kekurangan vitamin dan mineral penting, seperti vitamin C, vitamin K, dan zat besi, yang berperan menjaga kekuatan dinding pembuluh darah dan proses pembekuan darah.
2. Aktivitas fisik berat atau tekanan otot berlebihan, yang bisa memicu pecahnya pembuluh darah kecil tanpa disadari.
3. Gangguan pada sistem pembekuan darah, baik karena kelainan bawaan maupun penyakit tertentu seperti trombositopenia (jumlah trombosit rendah).
4. Efek samping obat tertentu, seperti pengencer darah (misalnya aspirin atau warfarin) yang dapat membuat darah lebih sulit membeku.
Bagaimana cara mengatasi memar?
Meski terkadang memar muncul tanpa penyebab yang jelas, kondisi ini umumnya tidak berbahaya dan dapat sembuh dengan sendirinya seiring waktu. Tubuh memiliki mekanisme alami bernama fibrinolisis, yaitu proses pemecahan bekuan darah yang menumpuk di jaringan. Proses inilah yang membuat warna memar perlahan memudar hingga akhirnya hilang.
Berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk mengatasi memar:
1. Kompres dingin di 48jam awal setelah memar terjadi untuk mengurangi pendarahan dibawah kulit.
2. Kompres hangat setelah lebih dari 48jam untuk mengalirkan untuk membantu proses tubuh melarutkan gumpalan darah yang membeku di bawah jaringan kulit.
3. Oleskan gel untuk bantu mempercepat proses melarutkan gumpalan darah dan bila nyeri, minum obat antinyeri seperti paracetamol atau ibuprofen, dan jangan lupa untuk konsultasikan dengan tenaga medis sekitar.
Kesimpulannyaaa…
Jadi bisa dipastikan, memar itu bukan akibat “dijilat setan”, melainkan proses alami tubuh saat pembuluh darah kecil pecah. Yuk, hentikan mitos tak berdasar kleann. Kasihan, jin dan setan di pojokan yang dituduh.
