Kapan Sih Waktu yang Tepat untuk Mulai Cek Kesehatan?

Lab Technician
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Sriteni S tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

“Kalau masih merasa sehat, memang perlu cek kesehatan?”
Pertanyaan ini mungkin pernah muncul di benak banyak orang. Pemeriksaan kesehatan sering baru dilakukan ketika tubuh mulai terasa tidak nyaman. Padahal, beberapa gangguan kesehatan dapat berkembang tanpa keluhan yang jelas.
Karena itu, pemeriksaan kesehatan bukan hanya untuk orang yang sedang sakit. Kementerian Kesehatan melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menyediakan skrining berdasarkan kelompok usia dan kondisi kesehatan, termasuk bagi orang dewasa mulai usia 18 tahun.
Bukan Cuma Cek Gula Darah
Ketika mendengar pemeriksaan laboratorium, banyak orang mungkin langsung teringat pada pemeriksaan gula darah. Padahal, pemeriksaan laboratorium jauh lebih luas.
Pada pemeriksaan kesehatan orang dewasa, beberapa pemeriksaan dapat berkaitan dengan gula darah, kolesterol, fungsi ginjal, dan pemeriksaan hati atau hepatitis sesuai kelompok usia dan faktor risiko. Pada kelompok tertentu, pemeriksaan juga dapat mencakup skrining penyakit lainnya.
Gula darah membantu memberikan gambaran mengenai kondisi metabolisme gula dalam tubuh. Sementara kolesterol dapat menjadi bagian dari penilaian risiko penyakit jantung dan pembuluh darah.
Ada pula pemeriksaan fungsi ginjal, seperti ureum dan kreatinin, yang membantu memberikan gambaran mengenai kondisi kerja ginjal. Pemeriksaan terkait hepatitis B dan C juga dapat dilakukan pada kelompok tertentu untuk mendeteksi infeksi yang terkadang tidak menimbulkan gejala pada awalnya.
Pemeriksaan laboratorium lainnya dapat dipilih berdasarkan keluhan, usia, riwayat keluarga, penyakit yang sudah dimiliki, atau faktor risiko seseorang. Jadi, tidak berarti setiap orang harus melakukan semua jenis pemeriksaan.
Lalu, Mulai Usia Berapa?
Tidak ada satu angka yang berarti semua orang harus melakukan seluruh pemeriksaan laboratorium. Namun, usia dewasa sudah menjadi waktu yang baik untuk mulai mengenali kondisi kesehatan sendiri.
Dalam program CKG, kelompok 18–29 tahun sudah mendapatkan skrining kesehatan tertentu. Ketika memasuki usia 30 tahun ke atas, pemeriksaan berkembang sesuai kelompok usia, termasuk skrining kanker tertentu. Sementara mulai 40 tahun, pemeriksaan risiko penyakit jantung, stroke, PPOK, dan ginjal menjadi bagian dari skrining tertentu.
Artinya, kebutuhan pemeriksaan dapat berubah seiring bertambahnya usia. Riwayat keluarga, pola makan, aktivitas fisik, kebiasaan merokok, berat badan, serta kondisi kesehatan sebelumnya juga dapat memengaruhi pemeriksaan yang dibutuhkan.
Hasil Laboratorium Bukan Sekadar Angka
Hal yang tidak kalah penting adalah memahami bahwa hasil pemeriksaan laboratorium tidak seharusnya dibaca sendirian. Nilai yang berada di luar rentang rujukan belum tentu langsung berarti seseorang memiliki penyakit tertentu.
Hasil laboratorium perlu dinilai bersama kondisi pasien dan pemeriksaan lainnya oleh tenaga kesehatan. Jika ditemukan hasil yang perlu diperhatikan, pemeriksaan lanjutan dapat dilakukan sesuai kebutuhan.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga menekankan pentingnya pemeriksaan rutin untuk mendeteksi penyakit seperti stroke, penyakit jantung, dan gagal ginjal lebih awal.
Jadi, kapan waktu yang tepat untuk mulai cek kesehatan?
Tidak perlu menunggu sakit. Sejak usia dewasa, mulailah mengenal kondisi tubuh dan lakukan pemeriksaan sesuai usia serta faktor risiko.
Karena merasa sehat itu bagus. Tahu kondisi kesehatan kita lebih awal, tentu jauh lebih baik.
