Uniknya Tradisi Perayaan Hari Onde Orang Tionghoa: Makna hingga Cara Makannya

Marketing Communication Student at BINUS University
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Erika Prajitno tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pernahkah kamu mendengar tentang oerayaan Hari Onde? Perayaan Hari Onde merupakan salah satu tradisi tahunan orang Tionghoa yang dirayakan pada tanggal 21 atau 22 Desember, saat pucuk musim dingin di China. Tak hanya di China, orang Tionghoa di Indonesia juga ikut serta merayakannya.
Cara memperingati Hari Onde adalah dengan memakan onde atau wedang ronde. Onde, ronde, atau yang aslinya disebut dengan tangyuan adalah salah satu makanan tradisional khas China yang terbuat dari tepung beras ketan dan dibentuk bulat-bulat.
Tidak semua orang membuat onde yang sama, ada yang hanya membuat onde tanpa isi dengan kuah dari gula pasir, ada yang membuat onde dengan isian kacang tanah dan gula, serta kuah gula dengan jahe.
Semua itu tergantung tradisi masing-masing keluarga. Umumnya, onde dibuat menjadi tiga warna berbeda, yaitu hijau, merah muda, dan putih.
Hari onde biasanya dirayakan bersama sesama anggota keluarga, di mana keluarga dapat berkumpul bersama untuk memakan onde yang telah dibuat bersama ataupun dibeli.
Cara memakannya pun tidak seperti yang dilakukan pada hari-hari biasa. Pada hari perayaan onde, jumlah onde yang dimakan sesuai dengan umur, namun ditambah satu.
Mengapa begitu? Menurut tradisi orang China, hal tersebut dijadikan sebagai harapan bahwa orang tersebut akan bertambah umur dan bertemu lagi saat perayaan onde tahun selanjutnya.
Selain jumlah onde, bentuk tekstur, dan rasa dari onde juga memiliki arti di baliknya. Bentuk onde yang bulat melambangkan keutuhan, tekstur onde yang kenyal atau lengket melambangkan keeratan, dan rasa manis dari kuah gula melambangkan hubungan yang manis atau harmonis antar-anggota keluarga.
Biasanya, keluarga besar saya berkumpul di rumah nenek saya untuk merayakan Hari Onde bersama, sekaligus merayakan hari ibu karena sering kali kedua hari besar tersebut jatuh pada tanggal yang sama.
Tradisi ini sudah dirayakan oleh keluarga saya semenjak saya kecil. Maka dari itu, saya sudah terbiasa mengikuti perayaan ini dan sering menceritakannya ke beberapa teman saya yang mungkin belum tahu tentang apa itu perayaan onde.
Bahkan mungkin ada beberapa orang yang belum pernah mendengarnya, maka dari itu, saya menulis ini dengan tujuan untuk sebatas berbagi informasi tentang salah satu hari besar orang Tionghoa.
Resep
Berikut saya lampirkan resep yang digunakan oleh nenek saya untuk membuat onde di hari perayaan onde, resep ini merupakan resep mudah yaitu hanya onde tanpa isi dengan kuah gula pandan.
Bahan-bahan:
Adonan warna putih:
100 gr tepung beras ketan (glutinous rice flour)
90 ml air biasa
Adonan warna merah muda/merah:
75 gr tepung beras ketan
90 ml air biasa
Pewarna makanan merah
Adonan warna hijau:
75 gr tepung beras ketan
90 ml air daun suji/pandan (daun suji lebih berwarna)
Kuah gula:
150 gr gula pasir
250 gr air
2/3 lembar daun pandan
Catatan: adonan warna putih dibuat lebih banyak agar saat ketiga warna onde digabung di mangkuk, akan terlihat lebih cerah.
Cara Membuat
Dengan resep tersebut, ikuti langkah-langkah berikut dengan teliti dan benar agar mendapatkan hasil yang sesuai.
Langkah-langkah:
Adonan putih:
Masukkan tepung beras ketan ke dalam mangkuk/baskom kecil
Campurkan air secara perlahan
Aduk sampai rata
Adonan merah muda/merah:
Masukkan tepung beras ketan ke dalam mangkuk/baskom kecil
Campurkan pewarna makanan merah secukupnya pada air yang telah disediakan
Masukkan campuran air dan pewarna tersebut ke dalam tepung
Aduk sampai rata
Adonan hijau:
Masukkan tepung beras ketan ke dalam mangkuk/baskom kecil
Campurkan air daun suji/pandan (dapat dilihat cara membuatnya di internet)
Aduk sampai rata
Setelah ketiga adonan telah selesai dibuat, ikuti langkah berikut:
1. Bentuklah ketiga adonan menjadi bulat-bulat kecil
2. Didihkan air
3. Rebus adonan yang telah dibulatkan
4. Jika sudah mengambang, tiriskan
5. Bilas onde dengan air biasa, tiriskan
Kuah gula:
1. Masukkan gula pasir, air, dan daun pandan yang telah “dipotek” ke dalam panci
2. Panaskan hingga seluruh gula mencair
Setelah itu, onde yang telah masak dapat dicampur ke dalam kuah gula dan siap dihidangkan. Pembuatan onde mungkin terlihat rumit, namun sebenarnya tidak begitu sulit jika dilakukan, terlebih jika membuatnya bersama-sama dengan anggota keluarga.
Tradisi dalam keluarga saya adalah membuat onde bersama sehari sebelum hari perayaan dan memakannya bersama di hari perayaan.
