Gebrakan Hijau dari UB! Taman TOGA Padmawijaya Resmi Hadir di Desa Rengel

Mahasiswi Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Erika Zhulfa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Desa Rengel, Kabupaten Tuban (15 Juli 2025) – Dihadiri oleh Kepala Desa, Pemerintah Desa, BPD, BUMDesa hingga tokoh pemuda, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya meresmikan Taman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Padmawijaya pada Selasa, 15 Juli 2025. Taman yang bertempat di area OOPST MAMI (TPS Purba Rahayu Rengel) dibangun dari hasil kolaborasi antara Dosen Fakultas Pertanian UB, Mahasiswa KKN FP UB 2025 dengan pemerintah dan warga Desa Rengel.
Berfungsi sebagai pusat edukasi tanaman obat keluarga berbasis pemanfaatan sampah organik dan anorganik, Taman Padmawijaya ditanami oleh beberapa tanaman obat seperti jahe merah, temu lawak, sereh merah, laos, salam, kumis kucing, dan umbi garut dengan memanfaatkan sampah galon bekas sebagai pot. Selain itu, pada hari yang sama juga dibentuk Demplot (demonstration plot) Pangan Sehat Keluarga di rumah salah satu warga (Ibu Hariyatun), yang terdiri dari budidaya lele dalam galon bekas dan tanaman sayur-sayuran seperti terong, cabai, sawi, dan seledri. Harapannya, demplot percontohan ini dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi masyarakat lain untuk ikut menerapkan budidaya lele dan taman sayur sederhana di rumah masing-masing.
Seluruh tanaman ditanam menggunakan media tanam hasil olahan sendiri berupa kompos dari sisa limbah dapur, kotoran hewan, dan daun teh kering yang disusun sebagai mulsa untuk menjaga kelembaban tanah.
Pembuatan Taman TOGA merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat yang berjudul “Pengembangan Taman TOGA Ramah Lingkungan Sebagai Motor Penggerak Kesadaran Green Movement Pada Masyarakat di Desa Rengel, Kabupaten Tuban, Jawa Timur” yang diketuai oleh Dr. Rizka Amalia S.K.Pm., M.Si. dengan melibatkan mahasiswa KKN FP UB 2025 dalam proses pembangunannya.
Ibu Rizka menyatakan bahwa “Pembakaran sampah yang biasa dilakukan warga menjadi salah satu penyumbang terjadinya perubahan iklim. Bahkan kita tahu bahwa perubahan iklim ini telah banyak menyebabkan munculnya berbagai penyakit. Oleh karena itu, salah satu cara adaptasi dan mitigasi yang dapat dilakukan oleh masyarakat adalah menanam tanaman obat keluarga dengan berbasis tanaman lokal dan pemanfaatan sampah organik dan anorganik”
Selain berfungsi sebagai pusat edukatif, Taman Padmawijaya diharapkan juga dapat menjadi ruang hijau yang sehat, serta sarana pemanfaatan limbah rumah tangga yang berkelanjutan dan dapat diterapkan pada masyarakat sekitar.
“Taman TOGA ini selaras dengan rencana maupun harapan desa untuk membuka pusat edukasi tanaman TOGA di Desa Rengel,” ungkap kepala Desa Rengel, Mundir.
Kegiatan ini ini mendukung pencapaian beberapa Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), yaitu:
SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim
SDG 15: Menjaga Ekosistem Darat
Kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan warga diharapkan menjadi proyek percontohan dan inspirasi bagi masyarakat dalam membangun desa hijau, sehat, dan edukatif.
