Konten dari Pengguna

FOMO: Teman atau Musuh di Era Digital?

Erina Puspita

Erina Puspita

Mahasiswa Universitas Pamulang, Program Studi Sastra Indonesia.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Erina Puspita tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Perkembangan Teknologi. Sumber: Shutterstock.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Perkembangan Teknologi. Sumber: Shutterstock.

Anak muda terutama generasi Z dan milenial sekarang hidup di dunia yang serba cepat. Indonesia termasuk negara dengan pengguna internet terbesar di dunia. Berdasarkan data APJII 2021-2022, sekitar 77 persen penduduk Indonesia menggunakan internet (Aurira et al., 2023). Notifikasi datang tanpa henti, tren berganti setiap hari, dan sering kali muncul rasa wajib mengikuti semuanya. Pada titik inilah FOMO muncul.

Apa Itu FOMO?

FOMO adalah singkatan dari Fear of Missing Out, yaitu kecemasan atau ketakutan akan tertinggal dari pengalaman menyenangkan yang sedang dinikmati orang lain. Istilah ini mulai muncul pada awal tahun 2000-an, namun benar-benar berkembang pesat seiring ledakan media sosial seperti Facebook dan Instagram pada 2010-an.

Mengapa Anak Muda Rentan Mengalami FOMO?

Generasi sekarang rentan mengalami FOMO karena media sosial membuat hidup orang lain tampak sempurna. Setiap unggahan tentang liburan atau acara viral membuat kita membandingkan diri sendiri. Selain pengaruh lingkungan sosial, FOMO juga muncul karena kebutuhan akan pengakuan. Penelitian Liana et al. (2023) menunjukkan bahwa banyak remaja menganggap jumlah suka pada unggahan sebagai bentuk validasi. Akibatnya, mereka membuat konten yang dianggap menarik publik meskipun tidak sesuai dengan diri mereka.

FOMO Itu Baik atau Buruk?

FOMO memiliki dua sisi. Jika dikelola dengan baik, FOMO dapat memberi manfaat. Namun jika dibiarkan, FOMO dapat menimbulkan dampak negatif.

Sisi Positif

1. Meningkatkan semangat belajar

Rasa ingin tahu membuat seseorang lebih aktif mencari informasi baru.

2. Mendorong keberanian mencoba

Dalam dunia investasi, FOMO mendorong generasi muda untuk berani memulai. Martaningrat dan Kurniawan (2024) mencatat bahwa 56,43 persen investor Indonesia adalah milenial dan Generasi Z berusia di bawah 30 tahun. Salah satu penyebabnya adalah dorongan untuk mengikuti tren kripto atau saham.

3. Memperluas relasi sosial

Keinginan untuk terlibat dalam kegiatan tertentu dapat membuat seseorang lebih aktif berkomunitas.

Sisi Negatif

1. Gangguan konsentrasi dan literasi

Balqis dan Syaikhu (2023) menunjukkan bahwa FOMO dapat menyebabkan distraksi digital yang menurunkan minat membaca dan kemampuan fokus.

2. Tekanan psikologis

Tiga indikator FOMO adalah rasa terancam (fear), khawatir (worry), dan cemas (anxiety). Ketiganya muncul ketika seseorang merasa perlu mengikuti semua perkembangan.

3. Hilangnya keaslian diri

Banyak remaja menyesuaikan diri dengan apa yang dianggap menarik publik, bukan dengan minat pribadi.

FOMO adalah fenomena psikologis yang muncul akibat perkembangan teknologi dan budaya digital. Ada kalanya FOMO membantu seseorang berkembang, namun FOMO juga dapat menimbulkan kecemasan dan keputusan yang kurang bijak. Mengikuti tren itu wajar, tetapi tidak perlu mengorbankan kenyamanan dan jati diri. Membatasi waktu online dan fokus pada hal yang positif dapat membantu mengelola FOMO dengan lebih sehat. Ingat, hidup tidak harus sempurna.

Sumber Referensi

Aurira, P., Andayani, T. R., Supratiwi, M., & Nursodiq, F. (2023). Fear of missing out scale adaptation in Indonesia. Psychological Research on Urban Society, 6(2), 6. https://doi.org/10.7454/proust.v6i2.1127

Balqis, R. R., & Syaikhu, A. (2023). Distraksi Digital Atau Kemerosotan Literasi Menjelajahi Peran Fomo Dalam Praktik Literasi Sekolah Dasar. Auladuna: Jurnal Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, 5(2), 34-41. https://doi.org/10.62097/au.v5i2.1598

Liana, L. T. W., & Jati, W. P. (2023). Providing Health Education (Instagram Social Media Fasting) Against FoMO (Fear of Missing Out) Incidents in Adolescents at SMKN 2 Kediri. Journal of Hospital Management and Services, 5(1), 23-29. https://doi.org/10.30994/jhms.v5i1.52

Martaningrat, N. W. S., & Kurniawan, Y. (2024). The impact of financial influencers, social influencers, and FOMO economy on the decision-making of investment on millennial generation and Gen Z of Indonesia. Journal of Ecohumanism, 3(3), 1319-1335.