Konten dari Pengguna
Homonim, Homofon, dan Homograf dalam Bahasa Indonesia
23 November 2025 10:15 WIB
·
waktu baca 2 menit
Kiriman Pengguna
Homonim, Homofon, dan Homograf dalam Bahasa Indonesia
Homonim, homofon, dan homograf merupakan tiga jenis hubungan antar kata yang sering ditemukan dalam bahasa Indonesia.Erina Puspita
Tulisan dari Erina Puspita tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menemukan kata yang terlihat sama tetapi memiliki makna yang berbeda, atau kata yang bunyinya sama tetapi tulisannya berbeda. Fenomena seperti ini dijelaskan dalam kajian kebahasaan sebagai homonim, homofon, dan homograf (Chaer, 2012). Ketiga istilah ini menunjukkan hubungan bentuk dan bunyi dalam bahasa yang tidak selalu menghasilkan makna yang sama (Sugono, 2019).
ADVERTISEMENT
1. Homonim
Menurut KBBI (2024), homonim adalah dua kata atau lebih yang memiliki ejaan dan pelafalan yang sama, tetapi maknanya berbeda.
Contohnya adalah kata “bisa.” Kata ini memiliki dua makna. Pertama, bermakna dapat melakukan sesuatu, seperti pada kalimat: “Saya bisa bernyanyi.” Kedua, bermakna racun ular, seperti pada kalimat: “Ular itu memiliki bisa yang mematikan.”
Dalam kasus ini, tulisan dan bunyinya sama, tetapi maknanya tidak sama.
2. Homofon
Chaer (2012) menjelaskan bahwa homofon adalah kata-kata yang memiliki bunyi sama, tetapi berbeda dalam penulisan dan makna.
Contohnya adalah kata “bank” dan “bang.” Keduanya terdengar sama saat diucapkan, tetapi tulisan dan maknanya berbeda. “Bank” berarti tempat menyimpan uang, sedangkan “bang” berarti kakak laki-laki.
ADVERTISEMENT
3. Homograf
Menurut KBBI (2024), homograf adalah kata yang memiliki bentuk tulisan sama, tetapi bunyinya berbeda dan maknanya juga berbeda.
Contoh yang paling sering ditemui adalah kata “apel.”
- Apel (dibaca /a.pel/) berarti buah. Contoh: “Buah apel itu sangat manis.”
- Apel (dibaca /a.pɛl/) berarti upacara atau apel baris-berbaris. Contoh: “Seluruh siswa mengikuti apel pagi.”
Bentuk tulisannya sama, tetapi cara membacanya dan maknanya berbeda.
Kesimpulan
Homonim, homofon, dan homograf adalah tiga hubungan antar kata yang sering muncul dalam bahasa Indonesia. Homonim memiliki tulisan dan bunyi yang sama tetapi maknanya berbeda. Homofon memiliki bunyi yang sama tetapi tulisannya berbeda. Homograf memiliki tulisan yang sama, tetapi bunyi dan maknanya berbeda. Pemahaman konsep ini membantu kita lebih teliti dalam membaca dan menulis, serta memahami bahwa kesamaan bentuk atau bunyi tidak selalu menghasilkan makna yang sama (Sugono, 2019; Chaer, 2012).
ADVERTISEMENT
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. (2024). Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Chaer, A. (2012). Linguistik umum. Rineka Cipta.
Sugono, D. (2019). Tata bahasa baku bahasa Indonesia. Pusat Bahasa.

