Rame-rame registrasi SimCard.

aku iku embuh.
Tulisan dari Erizha Mega tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Oke jadi gini, saya tadinya ga mau komen tentang registrasi simcard yg mengharuskan pengisian data tetek bengek dan carut marut info real vs hoax. Tapi ya gimana lagi, saya butuh nyinyir sih haha.
Saya tinggal di macau, saya mendaftarkan diri pada layanan provider 3 sebagai provider pilihan. Simcard saya pasca bayar. Saya dimintai registrasi berupa Fc KTP, kartu staff, dll. Tidak ada nama ibu kandung atau ibu tiri dicantumkan disana, LOL.
Saya bertanggungjawab atas konten apapun yg saya tulis, sebarkan secara penuh kesadaran. Jadi sampai disini posisi saya jelas, saya mendukung adanya sistem yang berjalan sesuai aturan.
Provider saya tidak pernah mengirimi sms-sms telpon sampah berupa "anda menang undian", "mama minta pulsa", dll. Data saya aman di mereka. Tawaran2 dari provider saya itu masih dalam bentuk wajar . Bahkan ada satu sms berkala pemberitahuan dari pihak kepolisian Macau terkait dengan scammer. Himbauan berhati2 terhadap modus kejahatan versi ini yang terkoneksi ke penjuru dunia. Jika saya tidak membayar dan menunggak tagihan provider punya kebijakan menghentikan dan bisa jadi mencekal kepulangan saya atau proses visa kerja saya. Data ini terkoneksi dengan pihak2 instansi pemerintahan.
Seluruh warga patuh terhadap aturan , pemaksaan by system. Ini yang terjadi Macau yg notabene negara maju.
Bagaimana dengan ribut2 registrasi simcard yang terjadi di Indonesia baru2 ini. Program itu bagus, saya mendukung penuh, full, tulus tanpa bulus. Tsah.
Masyarakat indonesia yg baru berkembang saja tergagap-gagap menyikapi teknologi terbaru, apalagi kaum bumi datar itu tuh. Bah.
Yang jadi sorotan saya adalah kebiasaan sistem indonesia itu selalu dipaksakan jadi dulu, baru keteteran begitu menemui hambatan atau masalah. Contoh nyatanya dari mulai kartu e-toll sampai BPJS ketenagakerjaan.
Sistemnya belum siap tapi masyarakat digiring kesana untuk menggunakan sistem yang belum matang benar. Hasilnya adalah masing2 gejolak tak bisa diantisipasi dengn baik dan benar.
Termasuk juga registrasi simcard ini. Tujuannya baik. Sungguh. Memberantas sindikat mama minta pulsa, hoax, ujaran kebencian, dll. Pertanyaannya kemudian menjadi mengapa tidak ada kejelasan secara detail masalah datanya ini lho, siapakah yang memegang penuh tanggung jawabnya. Jangan sampai program sebagus ini kemudian jadi bocor bocor bocor cem kata capres sebelah nan abadi tuh.
Mbokyao ada satu orang atau orang2an yang maju meredakan gejolak ini kemudian bicara, "Tenang,tenang semua bisa saya jelaskan"
Dan sayup2 dari ujung sana ada yang teriak
"Kamu jahaapppp, aku tuh ga bisa diginiiniin"
