Konten dari Pengguna

Realitas Pahit di Balik Gedung Tinggi Jakarta Lewat 'Sisi Tergelap Surga'

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Erlanza Irawan Adi Laksmana tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pernah nggak sih kamu mikirin soal Jakarta yang selama ini selalu diidentikkan sebagai kota penuh peluang, tempat orang-orang datang berbondong-bondong membawa mimpi dan harapan demi kehidupan yang lebih baik?Nah, aku baru aja selesai membaca sebuah novel menarik berjudul Sisi Tergelap Surga karya Brian Khrisna, yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama (cetakan ke-14, Juli 2025, tebal 304 halaman). Aku mau cerita sedikit nih ke kamu tentang isi dan kesan pas membaca buku ini.

Buku ini mengajak kita mengintip realitas di balik gedung-gedung tinggi dan gemerlapnya ibu kota. Di sana, ternyata ada kelompok masyarakat yang harus bertempur dan bergelut keras setiap harinya hanya untuk sekadar bertahan hidup. Berawal dari sebuah kampung, cerita ini membuka tabir kehidupan orang-orang yang tinggal di sisi tergelap surga bernama Jakarta. Yang bikin aku salut, penulisnya berani banget menampilkan kehidupan masyarakat marginal apa adanya tanpa dibungkus secara berlebihan atau dibuat-buat indah.

Hal yang bikin ceritanya terasa hidup dan realistis adalah gaya bahasanya yang lugas dan terkesan frontal. Selain itu, cerita disampaikan lewat sudut pandang berbagai karakter. Melalui kacamata sosok-sosok seperti pemulung, pengamen, pedagang, hingga pekerja jalanan, kita disadarkan bahwa di balik sosok mereka yang sering kita lewati begitu saja, terdapat perjuangan dan kehidupan yang sangat kompleks. Brian Khrisna pinter banget nunjukin kalau kesulitan hidup dan kemiskinan itu nggak pernah cuma punya satu wajah, sebab setiap orang punya alasan dan kondisi berbeda saat memutuskan datang ke Jakarta. Kita jadi paham bagaimana keadaan bisa memaksa seseorang mengambil keputusan yang sulit.

Tapi jujur ya, kalau kamu berniat membaca novel ini, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan. Novel ini memuat tema dan konten dewasa serta beberapa pembahasan yang tergolong cukup berat. Jadi, ini memang dirancang untuk menggambarkan realitas sosial yang keras, bukan sekadar hiburan ringan. Selain itu, karena jumlah karakternya cukup banyak dan alurnya sering berpindah-pindah, kamu butuh konsentrasi ekstra agar hubungan antar tokohnya tetap bisa diikuti, terutama kalau kamu lebih terbiasa dengan cerita linear yang berfokus pada satu tokoh utama saja.

Secara keseluruhan, novel ini berhasil banget memperlihatkan sisi lain Jakarta yang jarang terlihat di balik kemilau ibu kota. Novel ini ngasih perenungan mendalam bahwa kita tidak bisa menilai kehidupan seseorang hanya dari pekerjaan atau kondisi ekonominya semata. Penggambaran karakternya terasa sangat manusiawi dan isu sosial yang diangkat pun terasa begitu dekat dengan realitas di sekitar kita.

Rating: 8,5/10

Ketika Jakarta jadi 'Surga' yang menuntut Pertarungan setiap hari Karya Brian Khrisna (foto milik pribadi)