Pernah Dengar Mythomania?

Mahasiswi Universitas Brawijaya
Konten dari Pengguna
3 Desember 2022 14:05
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari ernest rosarini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
Hai semuanya! Siapa di sini yang pernah berbohong? Tentunya semua orang pernah bukan. Lantas apa sih yang membuat seseorang berbohong? Apakah itu untuk kebaikan atau hanya menutupi sebuah kebohongan (kejahatan). Lalu mengapa berbohong bisa menjadi sebuah kecanduan? Yuk, mari kita bahas bersama!
Ilustrasi Mythomania. Foto : Canva
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Mythomania. Foto : Canva

Mythomania Itu Apa?

ADVERTISEMENT
Keadaan seseorang yang memiliki kebiasaan berbohong dengan atau tanpa tujuan tertentu secara terusmenerus dan dalam jangka waktu yang lama. Kebohongan ini juga dikenal dengan istilah pathological lying. Menurut Diagnostic dan Statistical Mental Disorders, Fifth Edition (DSM-5) mengatakan mythomania merupakan gejala dari gangguan kepribadian anti-sosial dan tidak termasuk ke dalam gangguan mental.
Biasanya seorang pembohong biasa akan sadar ketika dia sedang berbohong dan mereka mampu mengendalikan antara kenyataan dan khayalan. Namun, berbeda dengan seorang mythomania, mereka cenderung tidak bisa mengendalikan atau tidak menyadari ketika sedang berbohong, sehingga mereka tidak bisa membedakan mana kenyataan dan mana khayalan semata.

Apa Sih Karakteristik Penderita Mythomania?

Sebenarnya untuk mengidentifikasi seorang mythomania itu tidak mudah karena bisa saja dia hanya seorang pembohong biasa. Walaupun demikian, berikut ada beberapa tanda yang bisa membantu Anda untuk mengetahui seorang mythomania.
ADVERTISEMENT
  • Sering berbicara tentang pengalaman dan pencapaian di mana mereka tampak heroik
  • Mereka juga korban dalam banyak cerita mereka dan sering mencari simpati
  • Cerita yang cenderung rumit dan sangat rinci
  • Motif perilaku dapat dibedakan secara klinis, misalnya ‘kebiasaan’ kekerasan dalam rumah tangga menyebabkan seseorang berbohong terus-menerus.
  • Kebohongan yang diungkapkan cenderung meniru sosok orang lain yang disukai orang tersebut. Misalnya, dia menggambarkan dirinya sebagai pemberani layaknya seorang tokoh terkenal
  • Mereka menanggapi pertanyaan secara terperinci dan cepat, tetapi jawabannya biasanya tidak jelas dan tidak memberikan jawaban atas pertanyaan itu
  • Mereka mungkin memiliki versi yang berbeda dari cerita yang sama, yang berasal dari melupakan perincian sebelumnya

Mengapa Aku Bisa Menjadi Seperti Ini?

Seseorang yang senang berbohong atau seseorang penderita mythomania sebenarnya tidak memiliki alasan yang kuat ketika mereka sedang berbohong. Akan tetapi, kebohongan yang mereka lontarkan biasanya tercipta pertama kali dari dalam lingkungan keluarga kemudian merambat kelingkungan sekitarnya (di luar keluarga). Faktor inilah yang biasanya sangat memengaruhi peningkatan jumlah orang yang senang berbohong (mythomania).
ADVERTISEMENT
Selain itu, penyebab kesenangan dalam berbohong muncul sebagai kekecewaan atau trauma pada masa lalu yang masih membekas. Sehingga, mereka mencoba untuk mengatasi hal tersebut dan mulai menutup rasa minder. Hal inilah yang dinamakan sebagai bentuk pertahanan diri mereka. Jika dihubungan dengan kesehatan mental maka kondisi yang bisa memengaruhi penderita mythomania, yaitu gangguan bipolar, gangguan kepribadian narsistik (NPD), gangguan akibat ketergantungan zat adiktif, dan sebagainya.

Apa yang Harus Aku Lakukan?

Berikut beberapa solusi yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi penderita mythomania.
  • Sabar
Meskipun membuat frustrasi, penting untuk tidak membiarkan kemarahan Anda menyelimuti ketika menghadapi penderita mythomania karena itu akan memengaruhi respons mereka. Cobalah untuk bersikaplah suportif dan baik hati, tetapi tetap tegas.
ADVERTISEMENT
  • Ingat bahwa ini bukan tentang Anda
Biasanya sulit untuk menerima dibohong
i secara pribadi, tetapi ini bukan tentang Anda. Berfokuslah pada penderita mythomania karena mungkin mereka didorong oleh gangguan kepribadian yang mendasari kecemasan atau r
asa minder.
  • Bersikaplah bijak dan suportif
Saat berbicara dengan penderita mythomania tentang kebohongan mereka sendiri, beritahu mereka bahwa tidak perlu mencoba membuat terkesan karena Anda menghargai mereka apa adanya.
  • Tidak melibatkan mereka
Ketika Anda melihat orang tersebut berbohong, jangan libatkan mereka. Anda dapat mempertanyakan apa yang mereka katakan, yang mana hal tersebut dapat mendorong mereka untuk menghentikan kebohongan pada saat itu dan katakana bahwa Anda tidak ingin melanjutkan percakapan saat mereka tidak jujur.
  • Bantuan medis atau tenaga Kesehatan
ADVERTISEMENT
Tanpa menghakimi atau mempermalukan, sarankan agar mereka mempertimbangkan bantuan profesional dan katakan bahwa hal ini perlu dilakukan apabila mereka tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri. Semua ini demi kenyamanan dan kesejahteraan mereka sendiri.
Referensi
Healy W, Healy MT: Pathological Lying, Accusation and Swindling: A Study in Forensic Psychology (Criminal Science Monograph Series No 1). Oxford, Little, Brown, 1915. Google Scholar. Diakses 29 November 2022
Longhurst, A. S. (2018). How Do I Cope with Someone Being a Pathological Liar?. Artikel. Diakses dari https://www.healthline.com/health/pathological-liar#what-is-it pada 29 November 2022
Thyer, Bruce A. (2015). Probst, Barbara. ed. The DSM-5 Definition of Mental Disorder: Critique and Alternatives (in en). Essential Clinical Social Work Series. Cham: Springer International Publishing. pp. 45–68. doi:10.1007/978-3-319-17774-8_3. ISBN 978-3-319-17774-8.
ADVERTISEMENT
Wikiversity. (2022). Mythomania: A Mental Disorder or A Symptom?. Artikel. Diakses dari https://en.wikiversity.org/wiki/Mythomania:_A_Mental_Disorder_or_a_Symptom%3F pada 29 November 2022
editor-avatar-0
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020