Lawan Patriarki, Hidupkan Kesetaraan Gender

Mahasiswa Farmasi, Universitas Airlangga
Tulisan dari Erpram Afwan Pratama tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Patriarki adalah salah satu sistem sosial yang sudah ada sejak zaman dahulu. Sistem patriarki menganggap bahwa laki-laki memegang peranan penting dalam segala hal dibanding perempuan. Sistem patriarki menyebabkan ketidakadilan pada pihak perempuan karena pemegang kendali hanya berada di pihak laki-laki. Perempuan tidak dapat merasakan kebebasan melakukan suatu hal dengan adanya sistem patriarki.
Sistem patriarki berdampak pada segala aspek kehidupan, baik di lingkungan kerja, keluarga, pribadi, pendidikan, dan lain-lain. Berikut contoh-contoh penerapan sistem patriarki dalam berbagai aspek kehidupan :
1. Di lingkungan keluarga :
Seorang istri harus patuh pada peraturan-peraturan suami. Hal ini tentunya tidak asing melihat kasus seperti ini. Seorang istri yang harus mau diperlakukan apa saja untuk suami meskipun kegiatan tersebut termasuk kekerasan pada si istri, seakan-akan si istri tidak mempunyai hak atas dirinya sendiri.
Pekerjaan rumah tangga yang hanya dilimpahkan kepada istri saja. Seharusnya suami ikut juga dalam urusan ini karena pekerjaan rumah tangga adalah suatu basic skill kehidupan sehari-hari yang semua orang harus bisa baik laki-laki maupun perempuan.
2. Di lingkungan kerja :
Laki-laki mendapatkan gaji dan jabatan lebih tinggi dibanding perempuan. Dalam penentuan jabatan atau gaji, seharusnya tidak memandang gender. Penentuan gaji dan jabatan dilakukan berdasarkan pada bagus atau tidaknya kinerja seseorang. Perempuan juga berhak mendapatkan gaji dan jabatan lebih tinggi apabila kinerjanya bagus. Dengan pengecualian, terdapat hukum waris dalam islam yang mengatur jumlah pendapatan laki-laki lebih banyak dibanding perempuan.
3. Di bidang pendidikan :
Perempuan tidak boleh menuntut ilmu setinggi-tingginya. Perempuan lebih baik di rumah saja, melakukan pekerjaan rumah tangga seperti memasak di dapur dan lain-lain. Pada kasus tersebut, perempuan tidak memiliki kebebasan dalam dirinya. Padahal menuntut ilmu adalah hak yang dimiliki semua orang dan tidak memandang siapapun gendernya. Jadi, tidak ada yang salah dalam perempuan menuntut ilmu setinggi-tingginya.
Tidak hanya perempuan yang mengalami dampak patriarki, tetapi juga laki-laki. Sistem patriarki menuntut laki-laki memiliki sifat yang kuat, tegas, dan maskulin. Sistem patriarki pada laki-laki melarang laki-laki untuk terlihat lemah, nangis, sedih, dan sejenisnya. Padahal laki-laki tentu boleh menangis dan bersedih karena laki-laki juga termasuk manusia yang dapat rapuh, nangis, dan bersedih.
Dengan demikian, penerapan sistem patriarki di kehidupan sehari-hari. Sistem patriarki meyebabkan ketidakadilan sosial baik laki-laki maupun perempuan. Oleh karena itu, sistem patriarki harus kita lawan. Kita dapat menerapkan prinsip kesetaraan gender, dimana baik laki-laki maupun perempuan mempunyai kebebasan yang setara. Tidak ada yang merasa lebih tinggi kedudukannya baik laki-laki maupun perempuan. Oleh karena itu, kita menerapkan prinsip kesetaraan gender agar terjalin hubungan yang harmonis dan seimbang antara laki-laki dan perempuan.
