Konten dari Pengguna

Quality Time Bersama Keluarga Penting bagi Tumbuh Kembang Anak Sekolah Dasar

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ery Mutiara Nurcesha tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dok. Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Dok. Pribadi

Quality Time Bersama Keluarga Penting bagi Tumbuh Kembang Anak Sekolah Dasar. Masa sekolah dasar merupakan salah satu tahap penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Pada usia ini, anak tidak hanya belajar membaca, menulis, berhitung, dan memahami berbagai pengetahuan di sekolah, tetapi juga mulai membentuk karakter, mengembangkan kemampuan sosial, serta belajar mengenali dan mengelola emosinya. Dalam proses tersebut, keluarga memiliki peran yang sangat penting. Salah satu bentuk dukungan yang dapat diberikan orang tua adalah menyediakan quality time atau waktu berkualitas bersama anak.

Quality time tidak selalu berarti menghabiskan waktu dalam jumlah yang panjang. Hal yang lebih penting adalah bagaimana orang tua benar-benar hadir dan memberikan perhatian kepada anak. Kesibukan pekerjaan, kegiatan rumah tangga, tugas sekolah, serta penggunaan gawai terkadang membuat interaksi antara orang tua dan anak menjadi terbatas. Oleh karena itu, menyediakan waktu khusus untuk berkomunikasi dan melakukan kegiatan bersama menjadi hal yang penting bagi kehidupan anak sekolah dasar.

Pentingnya Kehadiran Orang Tua bagi Anak.

Anak sekolah dasar membutuhkan perhatian dan kasih sayang dari keluarga untuk membangun rasa aman. Kehadiran orang tua dapat membuat anak merasa bahwa dirinya dihargai, didengarkan, dan memiliki tempat untuk bercerita. Perasaan tersebut dapat membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri.

Kehadiran orang tua juga tidak hanya dibutuhkan ketika anak mendapatkan masalah. Orang tua dapat meluangkan waktu untuk mendengarkan cerita sederhana mengenai kegiatan anak di sekolah, teman-temannya, pelajaran yang disukai, atau hal-hal yang membuatnya merasa senang. Percakapan sederhana seperti ini dapat mempererat hubungan emosional antara anak dan orang tua.

Ketika orang tua terbiasa mendengarkan anak tanpa langsung menghakimi atau menyalahkan, anak akan lebih nyaman untuk menyampaikan perasaan dan pengalamannya. Kebiasaan tersebut dapat menjadi dasar komunikasi yang sehat dalam keluarga.

## *Quality Time* Mendukung Kesehatan Mental Anak

Kesehatan mental anak tidak hanya berkaitan dengan ada atau tidaknya masalah psikologis. Kesehatan mental juga mencakup kemampuan anak untuk mengenali emosi, menghadapi tantangan, membangun hubungan yang baik, dan merasa aman dalam lingkungan sekitarnya.

*Quality time* bersama keluarga dapat menjadi salah satu cara untuk mendukung kondisi emosional anak. Ketika anak memiliki kesempatan untuk berbicara dengan orang tua, ia dapat mengungkapkan berbagai perasaan yang dialaminya selama berada di sekolah maupun di lingkungan pertemanan.

Misalnya, anak mungkin merasa kecewa karena mendapatkan nilai yang kurang baik, sedih karena mengalami konflik dengan teman, atau gugup ketika harus mengikuti kegiatan tertentu. Orang tua dapat membantu anak memahami bahwa setiap perasaan tersebut merupakan bagian dari proses kehidupan. Dengan demikian, anak belajar menghadapi masalah secara lebih tenang dan tidak merasa harus menghadapi semuanya sendirian.

## Tidak Harus Mahal dan Tidak Harus Lama

Sebagian orang mungkin menganggap *quality time* harus dilakukan dengan pergi berlibur, makan di restoran, atau melakukan kegiatan khusus yang membutuhkan biaya. Padahal, waktu berkualitas bersama keluarga dapat dilakukan melalui kegiatan sederhana di rumah.

Orang tua dapat mengajak anak makan bersama tanpa menggunakan gawai, membaca buku, memasak bersama, membersihkan rumah, bermain permainan sederhana, berkebun, atau sekadar berbincang sebelum tidur. Kegiatan sederhana tersebut dapat menjadi kesempatan bagi orang tua untuk berinteraksi secara langsung dengan anak.

Hal yang paling penting adalah perhatian yang diberikan selama kegiatan tersebut. Duduk bersama tetapi masing-masing sibuk dengan telepon seluler belum tentu dapat disebut sebagai *quality time*. Sebaliknya, percakapan selama beberapa menit yang dilakukan dengan penuh perhatian dapat memberikan pengalaman yang berarti bagi anak.

## Membantu Membentuk Karakter Anak

Keluarga merupakan lingkungan pertama tempat anak belajar mengenai nilai dan perilaku. Melalui interaksi sehari-hari, anak dapat belajar tentang tanggung jawab, kejujuran, kepedulian, kerja sama, dan menghargai orang lain.

*Quality time* dapat menjadi kesempatan bagi orang tua untuk menanamkan nilai-nilai tersebut melalui kegiatan nyata. Misalnya, ketika memasak bersama, anak dapat belajar bekerja sama dan bertanggung jawab. Ketika bermain permainan keluarga, anak dapat belajar mengikuti aturan, bersikap jujur, dan menerima kekalahan dengan baik.

Pembelajaran karakter melalui pengalaman langsung sering kali lebih mudah dipahami anak dibandingkan sekadar memberikan nasihat. Oleh karena itu, waktu bersama keluarga dapat menjadi bagian penting dalam proses pendidikan anak.

## Membantu Anak Lebih Percaya Diri

Anak yang merasa didukung oleh keluarga cenderung memiliki kesempatan yang lebih baik untuk mengembangkan rasa percaya dirinya. Ketika orang tua menunjukkan ketertarikan terhadap kegiatan anak, anak dapat merasa bahwa usaha dan pengalamannya memiliki nilai.

Orang tua tidak harus selalu memberikan pujian. Mereka dapat memberikan apresiasi terhadap proses yang dilakukan anak. Misalnya, ketika anak berusaha menyelesaikan tugas sekolah, orang tua dapat menghargai kegigihannya. Dengan demikian, anak belajar bahwa keberhasilan bukan hanya tentang mendapatkan hasil yang sempurna, tetapi juga tentang keberanian untuk mencoba dan terus belajar.

## Mengurangi Ketergantungan pada Gawai

Penggunaan gawai telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Gawai dapat memberikan manfaat bagi pembelajaran, tetapi penggunaan yang berlebihan dapat mengurangi kesempatan anak untuk berinteraksi secara langsung dengan keluarga.

Oleh karena itu, keluarga dapat membuat kebiasaan sederhana, seperti menyediakan waktu makan bersama tanpa gawai atau menentukan waktu tertentu untuk berbincang dan melakukan kegiatan bersama. Aturan tersebut sebaiknya diterapkan secara konsisten oleh seluruh anggota keluarga, termasuk orang tua.

Orang tua juga perlu memberikan contoh. Anak akan lebih mudah mengikuti aturan apabila melihat orang tuanya juga mampu mengurangi penggunaan gawai ketika sedang bersama keluarga.

## Membangun Kebiasaan Sejak Dini

Membangun *quality time* sebaiknya dilakukan sejak anak masih berada di sekolah dasar. Kebiasaan tersebut dapat membantu menciptakan hubungan keluarga yang lebih dekat dan terbuka. Tidak perlu menunggu hingga anak menghadapi masalah besar untuk mulai berkomunikasi secara intensif.

Orang tua dapat menentukan waktu khusus secara rutin, misalnya saat sarapan, makan malam, akhir pekan, atau sebelum tidur. Jadwal tersebut tidak harus selalu berlangsung lama. Yang terpenting adalah konsistensi dan kualitas interaksi yang terjadi.

Dengan adanya kebiasaan tersebut, anak akan memahami bahwa keluarga merupakan tempat yang aman untuk berbagi cerita, mendapatkan dukungan, dan belajar menghadapi berbagai situasi.

## Kesimpulan

*Quality time* bersama keluarga merupakan bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang anak sekolah dasar. Waktu berkualitas tidak ditentukan oleh mahalnya kegiatan atau lamanya waktu yang dihabiskan, tetapi oleh perhatian, komunikasi, dan kehadiran orang tua selama berinteraksi dengan anak.

Melalui waktu bersama keluarga, anak dapat memperoleh dukungan emosional, mengembangkan rasa percaya diri, belajar membangun hubungan sosial, serta memahami berbagai nilai kehidupan. Oleh karena itu, kesibukan sehari-hari sebaiknya tidak menjadi alasan untuk mengabaikan kebutuhan anak akan perhatian dan kebersamaan.

Keluarga tidak harus menciptakan kegiatan yang rumit. Makan bersama, berbincang, membaca buku, bermain, atau melakukan pekerjaan rumah tangga bersama dapat menjadi bentuk *quality time* yang bermakna. Hal-hal sederhana tersebut dapat meninggalkan pengalaman positif bagi anak dan memperkuat hubungan antara anak dan orang tua. Dengan meluangkan waktu secara konsisten, keluarga dapat menjadi lingkungan yang mendukung anak untuk tumbuh secara sehat, percaya diri, dan memiliki karakter yang baik.