Konten dari Pengguna

Saat Hidup Tidak Berjalan Sesuai Rencana dan Motivasi Mulai Hilang

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Jenia Estefani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi seseorang yang tampak lelah dan kehilangan motivasi saat beraktivitas di depan laptop. (Pexels/Anna Tarazevich)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi seseorang yang tampak lelah dan kehilangan motivasi saat beraktivitas di depan laptop. (Pexels/Anna Tarazevich)

Ada masa ketika seseorang merasa kehilangan motivasi, bingung menentukan arah hidup, atau bahkan mulai mempertanyakan pilihan yang sedang dijalani. Keinginan untuk berkembang sebenarnya masih ada, tetapi dorongan untuk mengejarnya terasa semakin sulit ditemukan. Kondisi seperti ini sering kali dianggap sebagai kemalasan. Padahal, kehilangan motivasi tidak selalu berarti seseorang tidak ingin berusaha. Bisa jadi, ia sedang berada di fase ketika terlalu banyak hal yang dipikirkan, tetapi belum menemukan alasan yang cukup kuat untuk kembali melangkah.

Salah satu penyebabnya dapat muncul ketika kehidupan tidak berjalan sesuai dengan rencana. Banyak orang tumbuh dengan gambaran tertentu tentang masa depan: ingin bekerja di bidang tertentu, memiliki kemampuan tertentu, atau mencapai sesuatu pada usia tertentu. Namun, kenyataan tidak selalu mengikuti rencana tersebut. Keadaan keluarga, pertimbangan ekonomi, pendidikan, lingkungan, hingga perubahan minat dapat membuat seseorang mengambil jalan yang berbeda dari yang pernah dibayangkan.

Perubahan arah tersebut sebenarnya bukan sesuatu yang perlu dianggap sebagai kegagalan. Masalahnya, seseorang sering kali merasa tertinggal ketika melihat orang lain sudah mengetahui apa yang ingin mereka lakukan. Ada yang telah menemukan bidang yang disukai, aktif mengembangkan kemampuan, atau bahkan sudah memiliki gambaran mengenai kehidupan setelah lulus. Di sisi lain, masih ada orang yang bahkan belum dapat menjawab pertanyaan sederhana: sebenarnya ingin menjadi apa?

Menurut saya, tidak mengetahui jawabannya bukan berarti seseorang tidak memiliki masa depan. Menemukan hal yang ingin ditekuni memang tidak selalu terjadi pada waktu yang sama bagi setiap orang. Ada yang mengetahuinya sejak kecil, sementara yang lain baru menemukannya setelah mencoba berbagai hal. Bahkan, sesuatu yang dahulu sangat disukai pun dapat berubah seiring waktu. Ketika minat berubah, bukan berarti kemampuan yang pernah dimiliki menjadi sia-sia. Pengalaman tersebut tetap menjadi bagian dari proses mengenali diri sendiri.

Karena itu, kehilangan motivasi sebaiknya tidak langsung dijadikan alasan untuk berhenti berkembang. Tidak semua orang harus memiliki tujuan besar yang jelas sebelum mulai melakukan sesuatu. Terkadang, langkah pertama justru dapat dimulai dari hal yang sederhana: mempelajari sesuatu yang menarik, mencoba kegiatan baru, mengembangkan kemampuan yang sudah dimiliki, atau mencari pengalaman yang sebelumnya belum pernah dicoba.

Ada sebuah kutipan yang berbunyi, “I'm sorry, who are you to be lazy about learning and improving?” Kalimat tersebut dapat dimaknai bukan sekadar sebagai teguran agar seseorang tidak malas. Lebih dari itu, ada pertanyaan mengenai alasan untuk berhenti memperbaiki diri ketika masih banyak hal yang dapat dipelajari. Tidak mengetahui tujuan hidup bukan berarti seseorang harus berhenti bergerak.

Namun, terus berkembang juga tidak berarti harus memaksakan diri untuk selalu produktif. Ada perbedaan antara beristirahat karena lelah dan benar-benar menyerah terhadap diri sendiri. Setiap orang tetap membutuhkan waktu untuk berhenti sejenak. Setelah itu, yang penting adalah memberikan kesempatan untuk kembali mencoba, meskipun belum mengetahui dengan pasti ke mana langkah tersebut akan membawa.

Dalam kondisi seperti ini, menerima bahwa beberapa hal memang berada di luar kendali juga dapat membantu. Tidak semua pilihan yang terjadi dalam hidup dapat dipahami alasannya saat itu juga. Bagi sebagian orang, keyakinan bahwa apa yang terjadi merupakan bagian dari rencana Tuhan dapat menjadi cara untuk berdamai dengan keadaan. Namun, menerima bukan berarti pasrah. Selama masih memiliki kesempatan untuk belajar dan berusaha, seseorang tetap dapat mengambil peran dalam menentukan langkah berikutnya.

Hidup tidak selalu harus berjalan sesuai dengan rencana awal. Ada tujuan yang berubah, minat yang bergeser, dan jalan yang mungkin berbeda dari apa yang pernah dibayangkan. Hal tersebut tidak otomatis membuat perjalanan menjadi sia-sia.

Kita tidak harus mengetahui seluruh jawaban tentang masa depan hari ini. Yang penting adalah tidak berhenti memberikan diri sendiri kesempatan untuk belajar, mencoba, dan berkembang. Boleh merasa kehilangan arah. Boleh mengambil jeda. Namun, ketika siap untuk kembali melangkah, tidak ada salahnya memulai dari hal kecil. Bisa jadi, arah yang selama ini dicari justru ditemukan dari langkah-langkah sederhana yang berani diambil.