Dukung UMKM Lokal, Mahasiswa UMY Buat Pemetaan Digital Keripik Pisang Tanti

Mahasiswa Manajemen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Najwa Hamida tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Sebagai bagian dari program magang di Majelis Ulama Indonesia (MUI) Yogyakarta, saya bersama sembilan teman dari Program Studi Manajemen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mendapat kesempatan untuk terjun langsung ke masyarakat. Melalui kerja sama MUI dengan Kalurahan Caturharjo, Bantul, kami ditempatkan di desa tersebut untuk menjalankan sejumlah program kerja yang bermanfaat.
Salah satu program yang sudah kami laksanakan adalah pemetaan Google Maps. Pada 21 September 2025, kami melakukan pemetaan pada salah satu UMKM lokal, yaitu Keripik Pisang Tanti Wahyuningsih. UMKM ini bergerak di bidang kuliner dengan produk andalan berupa keripik pisang yang renyah dan manis, biasa dijual di pasar tradisional, jajanan pasar, maupun untuk pesanan rumahan.
Usaha ini dirintis oleh Ibu Tanti Wahyuningsih sekitar lima tahun lalu dan berlokasi di Dusun Mrican, RT 01, Bantul. Setiap harinya, Ibu Tanti mampu memproduksi hingga 45 bungkus keripik pisang, terutama jika bahan baku pisang yang didapat berukuran besar. Keripik ini dijual dengan harga terjangkau, yakni Rp10.000 per bungkus, sehingga mudah dijangkau oleh berbagai kalangan.
Proses pembuatan keripik pisang dilakukan secara sederhana, yaitu dengan langsung menyayat pisang menggunakan alat serut kemudian digoreng di wajan besar. Meski sebenarnya ada mesin khusus untuk mempercepat proses, hingga kini Ibu Tanti masih mengandalkan cara manual karena keterbatasan alat.
Produk keripik pisang buatannya dikenal gurih, renyah, dan cocok sebagai camilan harian. Tidak hanya dijual di pasar, keripik pisang ini juga sering dipesan untuk keperluan hajatan maupun acara keluarga.
Sebelum adanya pemetaan, usaha keripik pisang ini cukup sulit ditemukan oleh pembeli di luar lingkungan sekitar karena belum memiliki media sosial atau platform promosi daring. Hal ini disebabkan kesibukan Ibu Tanti yang fokus pada produksi sehingga belum sempat membuat akun media sosial untuk pemasarannya.
Kini, setelah dilakukan pemetaan, usaha ini resmi terdaftar di Google Maps dengan nama “Keripik Pisang Tanti Wahyuningsih”. Dengan begitu, calon konsumen dapat lebih mudah menemukan lokasi usaha, mengetahui informasi alamat, serta menjangkau usaha ini hanya dengan mengetik namanya di aplikasi Maps.
Langkah sederhana ini diharapkan dapat membantu memperluas jangkauan pemasaran, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga di luar daerah, terutama bagi wisatawan yang sedang mencari camilan khas Bantul.
Kegiatan pemetaan digital ini menjadi pengalaman yang berharga bagi kami sebagai mahasiswa UMY. Kami tidak hanya belajar menerapkan ilmu manajemen dan pemasaran digital, tetapi juga berkesempatan memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.
Melihat bagaimana usaha keripik pisang milik Ibu Tanti kini lebih mudah ditemukan secara digital, membuat kami semakin yakin bahwa teknologi sederhana seperti Google Maps dapat membawa dampak positif yang besar. Harapan kami, UMKM Keripik Pisang Tanti Wahyuningsih semakin berkembang, dikenal luas, dan menjadi salah satu produk unggulan lokal yang membanggakan Bantul.
