Konten dari Pengguna

Mau Jadi Pengembang Teknologi Pembelajaran? Ini Kompetensi yang Harus Dikuasai

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Esther Purba tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Profesi. Foto: Pixnio
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Profesi. Foto: Pixnio

Perkembangan teknologi membawa perubahan dalam berbagai aspek pendidikan. Pembelajaran kini yang berlangsung sudah mulai memanfaatkan berbagai media digital, platform pembelajaran, hingga model pembelajaran berbasis teknologi. Kondisi tersebut membuat kebutuhan terhadap tenaga profesional yang mampu mengembangkan dan mengelola teknologi untuk mendukung pembelajaran semakin penting.

Salah satu profesi yang berada pada bidang tersebut adalah Pengembang Teknologi Pembelajaran (PTP). Bagi sebagian orang, istilah ini mungkin masih terdengar asing. Bahkan, ketika mendengar nama profesinya, PTP mungkin langsung dikaitkan dengan seseorang yang memiliki kemampuan menggunakan berbagai perangkat dan aplikasi teknologi.

Padahal, menjadi Pengembang Teknologi Pembelajaran tidak cukup hanya dengan menguasai teknologi. Hal tersebut dapat dilihat dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2021 tentang Standar Kompetensi Jabatan Fungsional Pengembang Teknologi Pembelajaran. Pada Pasal 5, standar kompetensi PTP terdiri atas kompetensi teknis, kompetensi manajerial dan kompetensi sosial kultural. Ketiga kelompok kompetensi tersebut kemudian dijabarkan lebih lanjut dalam Pasal 6.

Lantas, kompetensi seperti apa yang sebenarnya harus dikuasai oleh seorang Pengembang Teknologi Pembelajaran?

Tidak Hanya Mengembangkan Teknologi

Kompetensi yang perlu dikuasai adalah kompetensi teknis. Berdasarkan Pasal 6, kompetensi teknis PTP meliputi analisis pengembangan teknologi pembelajaran, perancangan pengembangan teknologi pembelajaran, pengembangan teknologi pembelajaran, penerapan model pembelajaran berbasis teknologi, difusi hasil pengembangan teknologi pembelajaran, serta pengendalian dan evaluasi terhadap penerapan model pembelajaran berbasis teknologi.

Keenam kompetensi tersebut menunjukkan bahwa pekerjaan PTP tidak berhenti pada tahap menghasilkan suatu produk atau media pembelajaran. Terdapat rangkaian proses yang perlu dilakukan sejak mengidentifikasi kebutuhan hingga mengevaluasi penerapan solusi yang telah dikembangkan.

Tahap analisis memerlukan pemahaman permasalahan dan kebutuhan pembelajaran. Setelah permasalahan diketahui, PTP perlu merancang solusi yang sesuai dengan tujuan pembelajaran dan karakteristik pengguna. Solusi tersebut kemudian dikembangkan dan diterapkan dalam kegiatan pembelajaran. Hasil pengembangan dapat didifusikan agar dapat dimanfaatkan secara lebih luas, sedangkan penerapannya perlu dikendalikan dan dievaluasi untuk mengetahui tingkat kebermanfaatan serta aspek yang masih perlu diperbaiki.

Kompetensi teknis PTP menunjukkan bahwa teknologi pembelajaran bukan sekadar persoalan membuat media atau menggunakan aplikasi. Seorang PTP perlu memiliki kemampuan untuk menghubungkan teknologi dengan permasalahan dan kebutuhan pembelajaran.

Kemampuan Mengelola dan Berkolaborasi

Selain kompetensi teknis, Pasal 6 juga menetapkan kompetensi manajerial yang perlu dimiliki oleh PTP. Kompetensi tersebut meliputi integritas, kerja sama, komunikasi, orientasi pada hasil, pelayanan publik, pengembangan diri dan orang lain, mengelola perubahan, serta pengambilan keputusan.

Ketentuan tersebut menunjukkan bahwa pekerjaan PTP tidak dapat dipisahkan dari kemampuan bekerja bersama orang lain. Pengembangan teknologi pembelajaran dalam praktiknya melibatkan berbagai pihak dengan kebutuhan dan kepentingan yang berbeda. Ketika mengembangkan suatu solusi pembelajaran, PTP perlu berkomunikasi dengan guru atau tenaga kependidikan untuk memahami kebutuhan pengguna. PTP juga perlu mempertimbangkan kondisi peserta didik, sumber daya yang tersedia, serta kemungkinan perubahan yang terjadi selama proses pengembangan dan penerapan.

Kemampuan mengambil keputusan juga menjadi penting ketika solusi yang dirancang tidak berjalan sesuai dengan kondisi di lapangan. PTP perlu menentukan apakah rancangan perlu diperbaiki, disesuaikan, atau bahkan dikembangkan kembali. Oleh karena itu, kemampuan teknis dan kemampuan manajerial sebenarnya saling melengkapi. Teknologi yang baik membutuhkan proses pengembangan yang baik, sedangkan proses tersebut membutuhkan kemampuan untuk berkomunikasi, bekerja sama, mengelola perubahan, dan mengambil keputusan.

Memahami Keberagaman dalam Pembelajaran

Kelompok kompetensi selanjutnya adalah kompetensi sosial kultural. Dalam Pasal 6, kompetensi sosial kultural bagi PTP berupa kemampuan sebagai perekat bangsa. Kompetensi ini menunjukkan bahwa pengembangan teknologi pembelajaran juga perlu ditempatkan dalam konteks masyarakat yang beragam. Peserta didik memiliki latar belakang, karakteristik, kebutuhan, serta kondisi lingkungan yang berbeda. Perbedaan tersebut perlu menjadi pertimbangan ketika suatu teknologi atau solusi pembelajaran dikembangkan dan diterapkan.

Teknologi pembelajaran dengan demikian tidak hanya perlu dipertanyakan dari sisi kecanggihan. Pertanyaan yang tidak kalah penting adalah apakah teknologi tersebut sesuai dengan kebutuhan pengguna dan konteks pembelajaran tempat teknologi itu diterapkan. Hal ini penting karena solusi pembelajaran yang berhasil diterapkan pada satu kondisi belum tentu dapat diterapkan dengan cara yang sama pada kondisi lainnya. Pemahaman terhadap keberagaman membantu PTP menghasilkan solusi yang lebih relevan.

Kompetensi yang Perlu Dipersiapkan

Profesi Pengembang Teknologi Pembelajaran membutuhkan kemampuan yang cukup luas. PTP tidak hanya dituntut memahami proses pengembangan teknologi pembelajaran, tetapi juga perlu mampu mengelola pekerjaan, berkolaborasi dengan berbagai pihak, serta memahami konteks sosial tempat teknologi tersebut digunakan.

Bagi mahasiswa atau calon PTP, hal ini dapat menjadi gambaran mengenai kemampuan yang perlu mulai dikembangkan. Kemampuan menggunakan berbagai aplikasi dan perangkat teknologi tentu tetap penting. Namun, kemampuan tersebut perlu diikuti dengan kemampuan menganalisis kebutuhan, merancang solusi pembelajaran, mengembangkan produk, menerapkannya, serta melakukan evaluasi.

Kemampuan komunikasi dan kerja sama juga tidak kalah penting. Demikian pula kemampuan mengambil keputusan dan beradaptasi terhadap perubahan. Pada akhirnya, penguasaan teknologi hanyalah salah satu bagian dari kompetensi yang dibutuhkan. Pertanyaan yang perlu mulai dibangun bukan hanya, “Teknologi apa yang dapat saya gunakan?”, tetapi juga, “Masalah pembelajaran apa yang dapat saya bantu selesaikan melalui teknologi?”

Pertanyaan ini penting karena teknologi pembelajaran pada dasarnya bukan tentang menghadirkan teknologi sebanyak-banyaknya dalam proses pendidikan. Teknologi digunakan karena terdapat kebutuhan pembelajaran yang perlu dijawab. Seorang PTP perlu memahami hubungan antara teknologi, pembelajaran, pengguna, dan konteks penerapannya.

Teknologi terus berkembang, tetapi tujuan pembelajaran tetap membutuhkan perencanaan yang tepat. Oleh karena itu, kompetensi seorang Pengembang Teknologi Pembelajaran tidak hanya terletak pada kemampuannya mengembangkan teknologi, tetapi juga pada kemampuannya memastikan teknologi tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi pembelajaran.