Konten dari Pengguna
Mengenal Penyakit Mastitis Pada Sapi Perah Yang Mampu Merusak Kualitas Susu
3 Desember 2025 14:37 WIB
·
waktu baca 3 menit
Kiriman Pengguna
Mengenal Penyakit Mastitis Pada Sapi Perah Yang Mampu Merusak Kualitas Susu
Mengenal penyakit mastitis pada sapi perah yang dapat menurunkan kualitas dan kuantitas susu sapi, penyakit ini biasanya menyerang bagian ambing atau payudara sapi.esti baina
Tulisan dari esti baina tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Mastitis adalah penyakit peradangan pada ambing (payudara) sapi perah yang biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri. Penyakit ini menyerang jaringan kelenjar susu dan dapat menurunkan produksi serta kualitas susu secara signifikan. Kesalahan penanganan pasca infeksi dapat berakibat fatal pada sapi perah, sehingga peternak sapi perah harus lebih waspada dan jeli memeriksa kesehatan sapi perah. Pengertian dan Klasifikasi Mastitis
ADVERTISEMENT
Biasanya peradangan pada jaringan ambing sapi perah disebabkan oleh infeksi mikroorganisme, terutama bakteri seperti Staphylococcus aureus, Streptococcus agalactiae, dan Escherichia coli. Secara umum, mastitis diklasifikasikan menjadi dua bentuk utama:
1. Mastitis klinis
Ditandai dengan gejala nyata seperti pembengkakan ambing, perubahan warna susu, demam, dan penurunan produksi susu pada sapi perah.
2. Mastitis subklinis
Tidak menunjukkan gejala fisik yang jelas, tetapi dapat dideteksi melalui peningkatan jumlah sel somatik dalam susu atau uji seperti California Mastitis Test (CMT)
Cara penularan dan penanganannya
Infeksi terjadi ketika bakteri masuk melalui saluran puting dan mencapai jaringan kelenjar susu, hal ini biasanya terjadi karena kurangnya kebersihan pada tubuh sapi dan juga kandang. Bakteri dengan cepat akan berkembang biak dan memicu respons imun lokal berupa pembengkakan, pembentukan cairan bening maupun nanah, dan kerusakan jaringan. Dalam kasus mastitis subklinis, kerusakan jaringan berlangsung lambat dan tersembunyi, tetapi tetap menurunkan kualitas dan kuantitas produksi susu.
ADVERTISEMENT
Pemeriksaan gejala dapat dilakukan secara fisik dengan memegang bagian ambing sapi. Biasanya jika terjadi infeksi mastitis maka bagian ambing akan membengkak, panas dan lebih keras dari biasanya. Selain itu pemeriksaan juga dapat dilakukan dengan pengecekan laboratorium khususnya untuk mastitis subklinis.
Jika sapi perah telah terlanjur terinfeksi penyakit mastitis maka untuk langkah awal, sapi tersebut harus dipisahkan dari sapi-sapi yang masih sehat agar tidak menularkan penyakit kepada sapi yang lain. Pengobatan anti inflamasi dan pemberian antibiotik perlu diberikan agar kerusakan jaringan ambing tidak semakin akut.
Dampak Ekonomi dan Pencegahannya
Selama pengobatan maka proses pemerahan harus dihentikan agar susu yang dihasilkan tidak terkontaminasi bakteri dan penyakit tidak semakin parah. Dalam keadaan ini maka peternak akan mengalami penurunan produksi dan kualitas susu, bertambahnya biaya pengobatan dan kehilangan sapi produktif dan juga risiko kontaminasi produk susu yang dapat berdampak pada kesehatan konsumen jika tidak ditangani dengan baik. Selain itu ternyata mastitis juga menjadi perhatian karena dapat menimbulkan potensi residu antibiotik dalam susu dan resistensi terhadap mikroba jika pamakaian antibiotik tidak tepat.
ADVERTISEMENT
Pencegahan dapat dilakukan dengan beberapa strategi meliputi pemeriksaan rutin ambing dan susu, penerapan sistem pemerahan yang higienis, manajemen nutrisi dan stres sapi, vaksinasi dan seleksi genetik terhadap sapi yang lebih tahan terhadap mastitis.

