Menguak Fakta Perihal Herbal Penguat Sistem Imun Tubuh

Pranata Humas Badan Riset dan Inovasi Nasional
Tulisan dari esti baina tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Belakangan kita sering mendengar nama-nama bahan herbal yang dipercaya mampu memperkuat sistem imun tubuh. Sebut saja jahe merah, meniran, sambiloto dan daun sembung yang diyakini mampu membentengi diri dari serangan virus Covid-19. Informasi yang telah beredar luas dimasyarakat ini tentu perlu dibuktikan melalui penelitian serta fakta-fakta yang akurat.
Untuk menguak kebenarannya, berbagai lembaga penelitian maupun universitas turut melakukan penelitian mengenai keampuhan berbagai bahan herbal. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia misalnya telah melakukan penelitan mengenai kombinasi ekstrak herbal yang terdiri dari rimpang jahe merah, daun meniran, sambiloto serta daun sembung sebagai kandidat imunomodulator. Imunomodulator merupakan zat yang dapat memengaruhi serta memperkuat sistem kekebalan atau imun tubuh.
Jahe merah
Jahe merupakan tanaman yang berasal dari Asia Tenggara. Tanaman ini terkenal karena aroma dan rasanya yang khas dan sering dimanfaatkan sebagai bumbu dapur ataupun obat tradisional. Menurut berbagai sumber, jahe dibedakan menjadi 3 jenis berdasarkan ukuran, bentuk dan warna rimpangnya. Ketiga jenis itu adalah jahe putih atau kuning besar seperti jahe gajah, jahe putih atau kuning kecil biasa dikenal dengan jahe emprit serta jahe merah atau jahe sunti. Salah satu jenis jahe yang kerap digunakan sebagai alternatif obat adalah jahe merah. Jahe jenis ini memiliki ukuran yang lebih kecil dengan rasa yang pedas.
Dilansir dari lipi.go.id (17 Maret 2020) bahwa jahe merah memiliki aktivitas sebagai immunomodulator untuk meningkatkan daya tahan tubuh manusia. Hal ini disebabkan karena adanya kandungan senyawa gingerol dan shogaol yang bertanggung jawab atas efek immunomodulator . Efek ini sangat bermanfaat untuk pencegahan dan membantu dalam pemulihan dari serangan virus Corona.
Ternyata, Jahe merah juga memiliki efek antiinflamasi dan antioksidan. Seperti kita ketahui, virus Covid-19 menginfeksi saluran pernafasan bawah pada manusia sehingga menimbulkan gejala peradangan pada paru-paru. Dengan adanya aktivitas anti inflamasi yang dimiliki oleh jahe merah maka hal ini dapat meredakan gejala yang timbul.
Walaupun jahe merah memiliki berbagai manfaat, akan tetapi sampai saat ini belum ada bukti yang melaporkan penggunaan jahe merah sebagai antivirus, khususnya virus penyebab penyakit Covid-19. Jahe merah berfungsi untuk membantu meringankan gejala yang ditimbulkan, bukan untuk menyembuhkan atau untuk membunuh virus penyebab Covid-19. Seperti yang disampaikan oleh Masteria Yunovilsa Putra, Kepala Kelompok Penelitian Center for Drug Discovery and Development Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.
Daun Meniran
Meniran merupakan tanaman perdu dengan bentuk daun kecil, berwarna hijau mirip dengan tanaman putri malu. Meniran dengan nama latin Phylanthus urinaria merupakan tanaman liar yang kerap ditemukan pinggir jalan ataupun pekarangan rumah. Bagian meniran yang terkenal memiliki banyak manfaat untuk kesehatan adalah bagian daunnya. Diketahui, meniran mengandung senyawa phylantin dan hipophylantin yang mampu memodulasi sistem imun bawaan (innate immune response).
Fakultas Kedokteran UNAIR Surabaya telah melakukan penelitian terhadap khasiat ekstrak meniran. Berdasarkan hasil uji praklinik pada mencit, didapatkan bukti bahwa ekstrak meniran dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Pelaksanaan uji klinik di berbagai rumah sakit membuktikan bahwa ekstrak meniran ternyata mampu membantu penyembuhan penyakit tuberkulosis, hepatitis dan vulvovaginitis.
Sambiloto
Sambiloto merupakan jenis tumbuhan yang memiliki rasa yang pahit. Tanaman yang memiliki bahasa latin Andrographis Paniculata tumbuh subur pada dataran rendah hingga tinggi mencapai 1500 m diatas permukaan laut. Tumbuhan ini berasal dari Asia Selatan, seperti India dan Sri Lanka, tumbuhan ini juga dijumpai di Indonesia.
Dilansir dari unair.ac.id (16 Maret 2020) sambiloto berfungsi sebagai obat anti virus malaria, dengan kandungan bahan aktif yang dimilikinya sambiloto bersifat sebagai imunostimulan. Dilaporkan bahwa sampai saat ini sambiloto belum dapat dibuktikan memiliki khasiat anti virus Covid-19.
Daun Sembung
Sembung dengan bahasa latin Blumea balsamifera adalah tanaman perdu yang tumbuh liar dipekarangan ataupun pinggir jalan. Secara tradisional masyarakat memanfaatkan daun sembung untuk mengatasi pilek, reumatik, kembung, diare serta sakit tulang. Diketahui daun sembung memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder yaitu flavonoid, saponin, glikosida, alkaloid dan terpenoid.
Dilansir dari detik.com (22 Agustus 2020) daun sembung ternyata berkhasiat sebagai antiradang. Namun, kandungan lain pada daun sembung juga dapat bermanfaat untuk memperbaiki sistem pernapasan. Akan tetapi belum ada laporan yang menyampaikan bahwa daun sembung memiliki aktifitas anti virus Covid-19.
Sampai saat ini berbagai herbal yang dianggap mampu mengobati penyakit Covid-19 ternyata belum dapat dibuktikan melalui berbagai penelitian yang telah dilakukan. Mitos yang berkembang dimasyarakat yang menyebutkan bahwa berbagai empon-emponan dan daun yang berkhasiat mampu mengobati Covid-19 ternyata bukanlah fakta.
Kebiasaan menjaga pola makan yang sehat dan seimbang merupakan salah satu cara meningkatkan sistem imun tubuh dimasa pandemi Covid-19. Pencegahan agar tidak tertular penyakit Covid-19 sangat penting dilakukan. Karena sampai saat ini belum ditemukan obat dan vaksin yang terbukti efektif mengobati dan mencegah serangan virus ini. Berbagai bahan herbal yang diyakini dimasyarakat mampu mengobati Covid-19 ternyata berfungsi sebagai imunomodulator bukan anti virus Covid-19.
