Jangan Asal Ikut Tren! Ini Risiko Memburu Saham yang Sedang Naik

saya seorang mahasiswa jurusan manajemen konsentrasi keuangan di univesitas pamulang
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Euis Huswatun hasanah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Melihat harga saham yang terus meningkat sering kali menimbulkan keinginan untuk segera membeli. Banyak investor tertarik masuk ke pasar karena khawatir kehilangan kesempatan mendapatkan keuntungan. Namun, keputusan membeli saham hanya karena harganya sedang naik dapat menjadi langkah yang berisiko.
Dalam dunia pasar modal, pergerakan harga saham tidak selalu mencerminkan kondisi fundamental perusahaan. Ada kalanya harga bergerak secara tidak wajar akibat perubahan sentimen, perilaku investor, atau pola perdagangan tertentu. Fenomena ini berkaitan dengan anomali pasar, yaitu kondisi ketika pergerakan harga saham menyimpang dari pola yang diharapkan dalam pasar yang efisien.
Anomali pasar memang dapat membuka peluang memperoleh keuntungan di atas tingkat pengembalian normal atau abnormal return. Akan tetapi, peluang tersebut tidak menjamin keuntungan. Investor yang kurang memahami kondisi pasar justru berpotensi membeli saham pada harga yang terlalu tinggi.
Terjebak Euforia Saat Harga Saham Naik
Salah satu faktor yang dapat mendorong kenaikan harga saham secara berlebihan adalah euforia pasar. Kondisi ini terjadi ketika investor memberikan respons positif yang terlalu besar terhadap suatu peristiwa atau informasi, meskipun belum tentu didukung alasan fundamental yang kuat.
Ketika banyak orang mulai membeli saham yang sama, investor lain bisa terdorong mengikuti keputusan tersebut tanpa melakukan analisis lebih lanjut. Akibatnya, harga saham berpotensi meningkat jauh di atas nilai wajarnya.
Masalah muncul ketika sentimen positif mulai mereda. Investor yang sebelumnya membeli pada harga tinggi dapat menghadapi penurunan harga dan mengalami kerugian apabila menjual saham di bawah harga pembelian.
Karena itu, kenaikan harga saham tidak seharusnya menjadi satu-satunya alasan untuk berinvestasi. Investor perlu memahami apa yang mendorong kenaikan tersebut dan apakah kondisi perusahaan memang mendukung harga yang terbentuk di pasar.
Saham yang Sedang Naik Belum Tentu Layak Dibeli
Tidak semua saham yang mengalami kenaikan harga memiliki prospek yang baik dalam jangka panjang. Sebagian kenaikan mungkin mencerminkan perbaikan kinerja perusahaan, tetapi sebagian lainnya dapat dipengaruhi oleh sentimen pasar yang hanya bertahan sementara.
Fenomena pembalikan kinerja saham menunjukkan bahwa saham yang sebelumnya ramai diperdagangkan dan memiliki kinerja baik dapat mengalami penurunan aktivitas maupun perubahan harga. Berbagai faktor dapat memengaruhinya, termasuk perubahan kondisi perusahaan dan perilaku pelaku pasar.
Investor juga perlu berhati-hati terhadap saham yang tidak likuid. Saham dengan volume perdagangan rendah terkadang menarik perhatian karena harganya relatif murah atau diharapkan meningkat pada masa mendatang. Namun, rendahnya aktivitas perdagangan dapat menyulitkan investor ketika ingin menjual saham tersebut.
Oleh sebab itu, harga murah maupun kenaikan tajam tidak otomatis menunjukkan bahwa suatu saham merupakan pilihan investasi yang menguntungkan.
Fenomena Musiman Bisa Memengaruhi Keputusan Investor
Selain euforia, terdapat anomali pasar yang berkaitan dengan waktu perdagangan, seperti January Effect dan window dressing.
January Effect merujuk pada kecenderungan kenaikan tingkat pengembalian saham tertentu pada awal Januari. Sementara itu, window dressing berkaitan dengan upaya pengelola dana untuk memperbaiki tampilan portofolio menjelang akhir periode pelaporan.
Kedua fenomena tersebut dapat menjadi bahan pengamatan investor dalam memahami pergerakan pasar. Meski demikian, pola musiman tidak selalu berulang dengan hasil yang sama. Mengandalkan kalender atau tren historis tanpa mempertimbangkan kondisi aktual dapat menyebabkan keputusan investasi yang kurang tepat.
Investor sebaiknya menggunakan fenomena tersebut sebagai bahan analisis, bukan sebagai jaminan bahwa harga saham akan terus meningkat.
Cara Lebih Bijak Menghadapi Tren Saham
Agar tidak terjebak dalam keputusan yang terburu-buru, investor dapat menerapkan beberapa langkah sebelum membeli saham.
Pertama, periksa fundamental perusahaan, termasuk kinerja keuangan, prospek bisnis, dan faktor yang dapat memengaruhi pertumbuhannya. Langkah ini membantu investor menilai apakah kenaikan harga memiliki dasar yang masuk akal.
Kedua, amati pergerakan harga dan volume perdagangan. Analisis teknikal dapat membantu mengenali pola pasar, tetapi tidak dapat memastikan arah harga pada masa mendatang.
Ketiga, tentukan tujuan investasi dan batas risiko sejak awal. Investor perlu mengetahui alasan membeli suatu saham, jangka waktu investasi yang direncanakan, serta kondisi yang mengharuskannya mengevaluasi kembali keputusan tersebut.
Keempat, kendalikan emosi. Rasa takut tertinggal peluang atau keinginan memperoleh keuntungan dengan cepat dapat membuat investor mengabaikan risiko. Keputusan yang didasarkan pada informasi dan pertimbangan rasional lebih baik daripada sekadar mengikuti tindakan orang lain.
Pada akhirnya, investasi saham tidak hanya berkaitan dengan mencari harga yang berpotensi naik, tetapi juga memahami risiko di balik pergerakan tersebut. Tren pasar dapat memberikan informasi penting, tetapi tidak seharusnya menggantikan analisis yang memadai.
Investor yang bijak tidak harus selalu menjadi orang pertama yang membeli saham yang sedang naik. Hal yang lebih penting adalah memahami alasan di balik kenaikan harga, menilai kemampuan perusahaan, dan memastikan keputusan investasi sesuai dengan tujuan serta toleransi risiko.
