DOELANAN: Sebagai Ruang Ekspresi Maba Ilmu Komunikasi UNS 2026

Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNS
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari eva camelia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Memasuki dunia perkuliahan bukan hanya tentang perubahan status dari siswa menjadi mahasiswa. Bagi mahasiswa baru, masa awal perkuliahan juga menjadi proses untuk beradaptasi dengan lingkungan baru, mengenal orang-orang baru, serta membangun komunikasi dan kerja sama dengan teman yang sebelumnya belum dikenal.
Hal tersebut menjadi salah satu latar belakang diselenggarakannya Malam Koneksi (Komunikasi, Ekspresi, dan Sinergi) bagi mahasiswa baru Program Studi Ilmu Komunikasi, FISIP, Universitas Sebelas Maret (UNS) angkatan 2026. Kegiatan yang diselenggarakan oleh HIMAKOM (Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi) UNS melalui program kerja POSDM (Pengembangan Organisasi dan Sumber Daya Manusia) ini menjadi ruang bagi mahasiswa baru Ilmu Komunikasi UNS angkatan 2026 untuk saling mengenal, membangun kedekatan, serta menumbuhkan rasa kekeluargaan.
Malam Koneksi sendiri terdiri dari beberapa rangkaian kegiatan yang dirancang untuk membangun proses tersebut. Salah satunya adalah Rancang Omah, yaitu tahap implementasi yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa baru untuk menerapkan pengetahuan dan pengalaman yang telah diperoleh selama mengikuti rangkaian Malam Koneksi.
Dalam Rancang Omah, mahasiswa baru Ilmu Komunikasi UNS angkatan 2026 tidak hanya menjadi peserta kegiatan, tetapi juga diberi kesempatan untuk menjadi perancang sekaligus pelaksana sebuah acara. Mereka bekerja secara kolaboratif, mulai dari menentukan konsep, mengembangkan ide, membagi peran, hingga merealisasikan acara yang telah dirancang.
Dari proses tersebut, lahirlah sebuah acara yang mereka beri nama "DOELANAN"
Berbeda dengan Rancang Omah yang merupakan bagian dari rangkaian Malam Koneksi, DOELANAN merupakan acara yang dirancang dan dilaksanakan oleh mahasiswa baru sebagai bentuk karya atau implementasi dari Rancang Omah. Dengan kata lain, Rancang Omah menjadi wadah bagi mahasiswa baru untuk belajar dan berkarya, sementara DOELANAN menjadi salah satu wujud nyata dari proses tersebut.
DOELANAN hadir dengan konsep yang menurut saya cukup unik, seru, dan terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari. Mengangkat tema masa kecil, acara ini seolah mengajak mahasiswa baru untuk sejenak kembali pada masa ketika bermain, berekspresi, dan bersenang-senang terasa jauh lebih sederhana.
Konsep tersebut kemudian diwujudkan melalui berbagai penampilan yang dibawakan oleh mahasiswa baru Ilmu Komunikasi UNS angkatan 2026. Ada penampilan band, tari, modern dance, drama musikal, hingga flashmob. Keberagaman penampilan tersebut membuat DOELANAN terasa dinamis dan tidak monoton.
Hal yang paling terasa sepanjang acara adalah suasananya yang hidup. Bukan hanya karena banyaknya penampilan, tetapi karena mahasiswa baru benar-benar terlihat terlibat di dalamnya. Mereka tidak sekadar hadir sebagai penonton, melainkan menjadi bagian dari acara yang mereka ciptakan sendiri.
Tema masa kecil juga menjadi pilihan yang menarik karena mampu menciptakan suasana yang lebih ringan dan menyenangkan di tengah proses adaptasi mahasiswa baru dengan dunia perkuliahan. Ada sisi nostalgia yang membuat acara terasa lebih personal, tetapi pada saat yang sama tetap memberikan ruang bagi mahasiswa baru untuk menunjukkan kreativitas dan bakat mereka.
Menurut saya, kekuatan DOELANAN terletak pada bagaimana sebuah konsep yang sederhana dapat dikembangkan menjadi acara yang memiliki karakter. Tema masa kecil tidak berhenti sebagai sekadar konsep, tetapi diterjemahkan melalui berbagai bentuk ekspresi, mulai dari musik, tari, drama, hingga gerakan bersama dalam flashmob.
Di sisi lain, proses di balik terselenggaranya DOELANAN juga menjadi bagian penting dari Rancang Omah. Mahasiswa baru belajar bahwa membuat sebuah acara bukan hanya tentang menghasilkan pertunjukan yang menarik, tetapi juga tentang bagaimana setiap orang dapat bekerja sama, menjalankan tanggung jawab, menyampaikan ide, dan menyelesaikan tantangan bersama.
Hal ini sejalan dengan tujuan utama Malam Koneksi, yaitu menciptakan ruang bagi mahasiswa baru Ilmu Komunikasi UNS angkatan 2026 untuk membangun komunikasi, memperluas pertemanan, dan menumbuhkan rasa kekeluargaan. Melalui Rancang Omah dan DOELANAN, proses tersebut tidak hanya terjadi melalui interaksi antarindividu, tetapi juga melalui pengalaman bersama dalam menciptakan sesuatu.
Pada akhirnya, DOELANAN menjadi lebih dari sekadar acara hiburan. Ia menjadi salah satu bentuk nyata dari proses mahasiswa baru Ilmu Komunikasi UNS angkatan 2026 dalam belajar berkomunikasi, berkolaborasi, dan berekspresi. Rancang Omah memberikan mereka ruang untuk mencoba, sementara DOELANAN menjadi bukti dari apa yang dapat mereka ciptakan ketika berbagai ide dan kemampuan dipertemukan.
Mungkin justru di situlah menariknya Rancang Omah. Mahasiswa baru tidak hanya diajak untuk mengenal satu sama lain melalui sebuah kegiatan, tetapi juga diberi kesempatan untuk menciptakan pengalaman bersama. Dan melalui DOELANAN, pengalaman tersebut hadir dalam bentuk yang sederhana, lucu, penuh kreativitas, dan yang paling penting, terasa hidup.
