Keburukan Sendiri Ala Kapitalis Sekuler

Mahasiswi Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan Jakarta
Tulisan dari Eva Septya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pernah dari kita menjumpai orang dengan bangganya membuka aib sendiri, katanya agar tidak munafik dan tidak mau dianggap sebagai orang yang hanya menampakkan sisi baiknya saja sehingga dibukalah semua kemaksiatan yang pernah dia lakukan.
Selain itu kemaksiatan dalam masyarakat kapitalis adalah sesuatu yang sudah sangat biasa misalnya pacaran, menyontek, ghibah sudah sebagai kebiasaan. Jadinya aib tidaklah dipandang sebagai aib bahkan ada juga bangga, wajar kalau akhirnya banyak yang tidak merasa bersalah ketika mengumbar aibnya karena kemaksiatan itu banyak yang melakukan.
Mindset kapitalis memang membuat seseorang hilang urat malunya ketika ketahuan pernah melakukan dosa, apalagi negara tidak memberi pemahaman bagaimana seharusnya seorang muslim menjalani hidup. Ketidakpahaman tentang islam dibiarkan saja oleh negara, bahkan sistem pendidikan yang diberikan basisnya adalah sekuler. Kurikulumnya memisahkan agama dari kehidupan. Maka wajarlah ketika generasinya sebagai permainan sekuler kapitalis.
Maka dari itu untuk mempunyai mindset dan pola sikap yang benar dalam hidup ini kita butuh belajar islam secara kafah bersama guru yang bisa membentuk kepribadian islam. Nanti kita menjadi paham untuk apa hidup ini agar bisa mengambil pilihan yang benar dalam hidup, tahu mana yang harus dilakukan dan yang mana yang harus ditinggalkan.
Termasuk tahu tentang pandangan islam dan mengaplikasikannya sehingga kita akan selamat dari pemikiran kapitalis sekuler. Kita tidak akan memandang remeh dosa dan tidak akan mentolerir bentuk kemaksiatan apapun karena tahu betul bahwa Allah akan menghisapnya.
