Menghidupkan Profesi Arsiparis, Sang Pemelihara Memori Kolektif Bangsa

ASN pada Kementerian Kesehatan
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Eva Pangribowo tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ingatkah ketika masih kanak-kanak dan ditanya apakah cita-cita Anda? Kebanyakan kita ingin menjadi dokter, pilot, arsitek, astronot atau profesi mainstream yang terkesan gagah. Ketika kita tanyakan hal yang sama pada anak-anak saat ini, jawabannya tidak banyak berubah. Mungkin akan terdapat tambahan cita-cita menjadi youtuber sebagai profesi yang dianggap menjanjikan secara materi maupun nama besar.
Menjadi arsiparis rasanya tidak umum dijadikan cita-cita. Antara lain karena arsiparis bukanlah profesi mainstream yang menjanjikan materi maupun kejayaan. Profesi arsiparis bahkan cenderung tidak terlihat sehingga sering disepelekan.
Tanyakanlah kepada rekan sekerja anda, menurut mereka apa saja yang dikerjakan oleh arsiparis? Menyusun berkas? Merobek-robek berkas? Peran mulia arsiparis sebagai pemelihara memori kolektif bangsa sebagaimana diamanatkan oleh Undang-undang nomor 43 tahun 2009 tentang Kearsipan, sangat jauh dari pemahaman masyarakat.
Banyak faktor yang menyebabkan profesi arsiparis dianggap kurang bergengsi bila dibandingkan dengan profesi lainnya. Selain karena sifat pekerjaan arsiparis yang memang cenderung di belakang layar sehingga sulit bagi arsiparis untuk menonjolkan diri, terdapat stigma yang telanjur melekat di masyarakat termasuk lingkungan kerja/pimpinan bahwa Arsiparis hanyalah sekadar elemen pelengkap dari suatu organisasi.
Dalam lingkup pemerintahan, sejalan dengan perkembangan dalam pola karier PNS di mana berlaku sistem merit dan jabatan fungsional, saat ini terjadi peningkatan jumlah Arsiparis di berbagai Kementerian/Lembaga. Peningkatan jumlah tersebut terjadi karena sebagian besar PNS menjadi arsiparis melalui jalur penyesuaian/inpassing, dan juga penyetaraan dari jabatan struktural. Bagaimanapun caranya, penambahan jumlah arsiparis tersebut menimbulkan harapan tersendiri karena berarti profesi arsiparis kini semakin diminati.
Para Arsiparis tentunya harus memahami peran penting yang ditanggungnya. Mulai dari penciptaan dokumen, pemeliharaan dan penggunaan dokumen termasuk pemberian akses dokumen bagi yang berhak, pemusnahan dokumen yang sudah habis masa simpannya sampai pelestarian dan penyajian dokumen yang memiliki nilai kesejarahan.
Mengingat pentingnya peran arsiparis tersebut, Bagaimana agar arsiparis dapat dikenal dan dihargai sesuai perannya? Berikut yang dapat kita lakukan sebagai arsiparis:
1. Aktif dalam kegiatan kearsipan
Arsiparis harus terlibat secara nyata dan mampu berkontribusi dalam setiap kegiatan kearsipan yang memungkinkan. Jika selama ini terdapat anggapan bahwa pekerjaan arsiparis sangat mudah dan dapat dilakukan dengan santai, buang jauh-pikiran tersebut karena seperti halnya profesi lainnya, profesi arsiparis juga memerlukan tanggung jawab dan keseriusan dalam menjalaninya. Peran serta Arsiparis dalam berbagai kegiatan kearsipan ini akan membuat Arsiparis tersebut semakin dikenal dan dengan tidak langsung akan mendorong kemajuan kearsipan secara umum.
2. Terus menerus meningkatkan pengetahuan
Selain terlibat dalam kegiatan kearsipan, arsiparis, sebagaimana profesi lainnya juga harus selalu siap mengembangkan diri. Cara yang paling mudah dilakukan adalah mengikuti berbagai seminar/webinar kearsipan yang saat ini banyak diselenggarakan. Patut diingat bahwa kepesertaan dalam seminar tidak semata-mata hanya demi mendapatkan sertifikat untuk menunjang angka kredit, namun yang paling penting adalah diperolehnya ilmu yang diserap dan dipraktikkan.
3. Kuasai Teknologi
Dalam era revolusi industri 4.0 saat ini, penguasaan terhadap teknologi menjadi hal mutlak untuk dimiliki setiap individu, apapun profesinya. Dengan transformasi teknologi yang berlangsung secara cepat di segala bidang, arsiparis yang tidak menguasai teknologi akan tertinggal di belakang. Penguasaan teknologi tidak berarti harus mampu membuat aplikasi atau website yang rumit. Hal-hal sederhana seperti mengolah data dengan komputer serta membuat presentasi untuk menunjukkan hasil kerja akan sangat membantu arsiparis untuk tampil menunjukkan kemampuannya. Cara meningkatkan kemampuan ini antara lain dengan mengikuti kursus keterampilan untuk menguasai skill yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Lebih jauh, penguasaan atas berbagai platform media sosial akan menjadi nilai tambah arsiparis dalam menampilkan hasil kerjanya secara nyata.
4. Terlibat dalam organisasi profesi
Keterlibatan dalam organisasi profesi akan membuka wawasan arsiparis dan memudahkan sharing informasi satu sama lain, sehingga arsiparis akan semakin paham mengenai isu terkini terkait dunia kearsipan. Selain itu, organisasi profesi juga akan membantu mengadvokasi kepentingan arsiparis yang menjadi anggotanya. Organisasi profesi arsiparis ini dapat ditemui dalam berbagai lingkup, mulai dari lingkup instansi, lingkup nasional sampai dengan internasional.
5. Mencintai profesi
Terakhir dan tidak kalah penting adalah arsiparis harus mencintai profesi ini dengan sepenuh hati. Bagaimanapun cara Anda menjadi arsiparis, baik karena latar belakang akademik, melalui jalur inpassing/penyesuaian, maupun melalui penyetaraan, kecintaan akan profesi akan memberikan ruh bagi pelaksanaan tugas sehari-hari.
Dengan melakukan hal-hal tersebut secara konsisten, semoga profesi arsiparis dapat lebih dikenal luas secara positif sehingga semakin diakui dan dihargai, tidak hanya di lingkungan pekerjaan tetapi di masyarakat secara umum. Selanjutnya, pengakuan dan penghargaan tersebut akan memotivasi para arsiparis untuk berperan dengan lebih optimal sebagai pemelihara memori kolektif bangsa.
