Eksistensi Hakiki

ewia ejha putri
1. Pimpinan Lembaga PKBM Pahlawan kerinci. 2. Anggota LHKP Muhammadiyah Jambi 3. Pengamat Sosial
Konten dari Pengguna
5 November 2023 21:49 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari ewia ejha putri tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi. Foto: Pixabay
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Dalam keriuhan kehidupan sehari-hari, sering kali kita terjebak dalam pencarian akan pengakuan dan eksistensi dalam mata dunia. Kita mencari hakiki dalam pencapaian, popularitas, dan harta benda. Namun, dalam perjalanan ini, kita sering lupa akan esensi sejati dari eksistensi manusia.
ADVERTISEMENT
Tiada itu hakiki. Ketika kita merenungkan diri kita sendiri, kita menyadari bahwa semua hal yang kita kejar-kejar itu hanya sementara. Karier gemilang, harta melimpah, popularitas, semuanya akan pudar seiring berjalannya waktu.
Namun, di tengah perburuan eksistensi, kita harus bertanya pada diri sendiri: bagian dari diri mana yang kita anggap sejati?
Di tengah hiruk-pikuk dan kegaduhan, mungkin kita pernah merasa eksistensi adalah segalanya. Mungkin kita ingin dianggap, diakui, dan dihormati oleh masyarakat. Mungkin kita terbuai oleh ambisi untuk mencapai sesuatu yang besar, oleh nafsu duniawi yang menggiurkan.
Namun, ketika semuanya berakhir, dan kita berpaling ke belakang, kita harus bertanya pada diri sendiri: apa yang benar-benar akan tetap ada dan kekal?
ADVERTISEMENT
Pada akhirnya, mungkin jawabannya lebih sederhana daripada yang kita kira. Dari segala hal yang mungkin tidak akan kekal, kebaikan yang kita lakukan pada orang lain akan selalu abadi.
Bukan kebaikan yang kita lakukan dengan harapan balasan atau pengakuan, tapi kebaikan yang muncul dari hati yang tulus. Itulah yang akan terus hidup dalam ingatan orang lain, bahkan ketika kita telah tiada.
Berbagi senyum dengan seseorang, membantu orang dalam kesulitan, atau sekadar mendengarkan dengan penuh perhatian, semua tindakan ini memiliki kekuatan untuk membawa kebahagiaan pada orang lain.
Dan kebahagiaan itu adalah sesuatu yang tak akan hilang. Ketika kita mampu merasakan penuh dan bahagia dalam memberikan kepada orang lain, kita menemukan esensi sejati dalam hidup.
ADVERTISEMENT
Tidak lagi relevan apakah dunia memandang kita sebagai sukses atau gagal, terkenal atau tak dikenal. Yang lebih penting adalah bagaimana kita memandang dunia dan diri kita sendiri.
Ketika kita mencapai rasa cukup untuk diri sendiri, ketika kita tahu bahwa kebaikan yang kita lakukan adalah bagian dari diri kita yang sejati, maka kita telah menemukan makna sejati dari eksistensi.
Keindahan dari eksistensi yang hakiki adalah bahwa hal ini tidak terbatas pada diri kita sendiri. Eksistensi yang hakiki adalah tentang berbagi cinta, kebaikan, dan kebahagiaan dengan orang lain. Ini adalah tentang menciptakan jejak yang akan dikenang bahkan setelah kita pergi.
Jadi, mari kita berhenti sejenak dari perburuan eksistensi sementara. Mari kita merenungkan bagian dari diri kita yang benar-benar sejati dan apa yang benar-benar akan kekal dalam society.
ADVERTISEMENT
Dan mari kita ingat bahwa dalam kebaikan yang kita berikan kepada orang lain, kita menemukan makna sejati dalam hidup. Dalam kebaikan inilah hakiki yang akan abadi, dan inilah yang akan selalu hadir dan kekal dalam society.