Kampung Mlaswat Kabupateng Sorong selatan
Tulisan dari Ewil Manoa Woloin tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Kampung Mlaswat yang di singkat menjadi Kamlas, adalah bagian dari kampung–kampung yang berada di wilayah Distrik Saifi Kabupaten Sorong Selatan. Kampung Mlaswat dijuluki pintu Gerbang Saifi dan dilintasi jalan raya utama srer-sisir yang menghubungkan beberapa kampung lainnya.

Mlaswa, - Kampung Mlaswat yang di singkat menjadi Kamlas, adalah yang merupakan bagian dari kampung – kampung yang berada di wilayah Distrik Saifi Kabupaten Sorong Selatan.
Kampung Mlaswat adalah kampung pertama yang dijuluki sebagai pintu Gerbang Saifi dengan dilintasi jalan raya utama srer - sisir yang dapat menghubungkan beberapa kampung lainnya.
Penduduk masyarakat kampung mlaswat aktifitas kesehariannya adalah menokok Sagu, berkebun, berburu di hutan dan juga ada yang sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Kegiatan rutinnitas masyarakat kampung mlaswat adalah menokok sagu. Menokok sagu sudah menjadi bagian keseharian yang tak pernah terlepas atau dihentikan karena menokok sagu adalah bagian yang harus dipenuhi sebagai kebutuhan ekonomi dalam kehidupan keluarga dan secara umum masyarakat kampung mlaswat.
Aktifitas keseharian masyarakat kampung mlaswat berbeda - beda, ada yang bekerja sebagai pegawai negeri sipil, ada yang membawa hasil bekunnya sperti
Sayur
Pisang
Sagu
Buah - buahan
Ke kota Teminabuan Kabupateng Sorong Selatan, untuk menjual di pasar, ada yang mengola kayu Lokal Maupun Kayu Export yang merupakan hak milik sebagai pribumi, ada yang berkebun, ada yang berburuh di hutan dan juga ada yang menokok sagu.
Jarak tempu antara kampung mlaswat untuk bisa mencari ikan dilaut membutuhkan waktu untuk berjalan kaki kira - kira 1 sampai 2 jam. Sehingga jarak tempu tersebut membuat sebagian besar masyarakat kampung mlaswat jarang sekali untuk mencari ikan dilaut.
Mereka lebih memilih mencari ikan, udang-udang besar dan udang batu kecil yang di sebut dengan bahasa daerah mereka adalah Kbin di kolam atau kali - kali yang ada didaratan. Alat yang digunakan masyarakat untuk menangkap ikan atau udang berupa tanggu - tanggu yang biasa di sebut mengunakan bahasa daerah mereka adalah Tho yang dibuat dari anyaman kulit kayu yang biasa disebut masyarakat adalah tali kayu genemo.

