Konten dari Pengguna

Bukit Sunyi Menuju Destinasi Wisata, Gunung Cikareo Bersiap Menjadi Ikonik

explorecikareoselatan19

explorecikareoselatan19

Mahasiswa KKN UPI Kampus Sumedang

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari explorecikareoselatan19 tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

SUMEDANG– Hamparan perbukitan hijau, udara pegunungan yang sejuk, serta panorama alam yang memanjakan mata menjadi daya tarik utama Gunung Cikareo di Dusun Bunter, Desa Cikareo Selatan, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang. Berada di ketinggian sekitar 600 meter di atas permukaan laut (mdpl), gunung ini menawarkan pesona alam yang mulai menarik perhatian para pencinta wisata alam.

Dokumentasi: Kelompok KKN 19 UPI SMD 2026
zoom-in-whitePerbesar
Dokumentasi: Kelompok KKN 19 UPI SMD 2026

Salah satu daya tarik yang paling memikat adalah pemandangan Waduk Jatigede yang terlihat jelas dari puncak Gunung Cikareo. Hamparan air yang membiru berpadu dengan gugusan perbukitan hijau menciptakan panorama yang memanjakan mata, terutama saat pagi hari ketika kabut perlahan menghilang atau menjelang matahari terbenam. Pemandangan tersebut menjadi alasan banyak pengunjung datang untuk menikmati suasana alam sekaligus mengabadikan momen dari atas puncak.

Meski belum resmi dibuka sebagai destinasi wisata, Gunung Cikareo telah menjadi tujuan favorit masyarakat, khususnya saat akhir pekan. Pengunjung yang datang pun berasal dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, komunitas pecinta alam, hingga orang tua yang ingin menikmati udara segar dan keindahan panorama dari ketinggian. Suasana yang asri dan jalur pendakian yang relatif ramah menjadikan Gunung Cikareo sebagai salah satu pilihan wisata alam bagi masyarakat sekitar.

Di balik berkembangnya destinasi ini, terdapat kolaborasi antara Keong Adventure sebagai pengelola kawasan dengan Kelompok KKN 19 Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang turut memberikan dukungan melalui berbagai program penataan kawasan wisata.

Melihat tingginya minat masyarakat untuk berkunjung, berbagai upaya pembenahan mulai dilakukan agar pengalaman wisata menjadi lebih nyaman, aman, dan informatif. Bersama Keong Adventure, mahasiswa KKN 19 UPI menghadirkan sejumlah fasilitas pendukung yang diharapkan dapat memperkuat identitas Gunung Cikareo sebagai destinasi wisata alam di Kecamatan Wado.

Salah satu program yang dilaksanakan adalah pemasangan petunjuk arah menuju Gunung Cikareo. Keberadaan papan penunjuk ini diharapkan dapat memudahkan wisatawan, terutama pengunjung dari luar daerah, dalam menemukan akses menuju lokasi pendakian.

Dokumentasi: Kelompok KKN 19 UPI SMD 2026

Selain itu, tim KKN juga menyusun peta rute pendakian yang memuat informasi jalur menuju puncak. Kehadiran rute tersebut diharapkan membantu pendaki memahami arah perjalanan sehingga aktivitas pendakian dapat dilakukan dengan lebih aman dan nyaman.

Sebagai bentuk edukasi kepada wisatawan, kawasan Gunung Cikareo juga akan dilengkapi dengan papan informasi Sapta Pesona. Melalui media tersebut, pengunjung diajak untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, kebersihan, kesejukan, keindahan, keramahan, serta menciptakan kenangan positif selama berada di kawasan wisata. Nilai-nilai Sapta Pesona diharapkan menjadi budaya yang tumbuh seiring berkembangnya Gunung Cikareo sebagai destinasi wisata yang berkelanjutan.

Tidak hanya memperhatikan aspek informasi, tim KKN juga merancang plakat identitas Gunung Cikareo yang akan ditempatkan di area puncak. Selain menjadi penanda resmi kawasan, plakat tersebut dirancang sebagai spot foto ikonik dengan latar panorama Waduk Jatigede. Kehadiran plakat ini diharapkan mampu memperkuat identitas Gunung Cikareo sekaligus menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin mengabadikan momen selama berada di puncak.

Dokumentasi: Kelompok KKN 19 SMD 2026

Sebagai pelengkap identitas destinasi, mahasiswa KKN turut memberikan rekomendasi desain stiker dan merchandise khas Gunung Cikareo. Produk tersebut tidak hanya dapat menjadi suvenir bagi para pendaki, tetapi juga menjadi langkah awal dalam membangun branding destinasi wisata yang memiliki ciri khas dan mudah dikenali oleh masyarakat luas.

Kolaborasi antara Keong Adventure dan Kelompok KKN 19 UPI menjadi bukti bahwa pengembangan destinasi wisata tidak hanya bergantung pada keindahan alam, tetapi juga memerlukan dukungan fasilitas, informasi yang memadai, serta identitas kawasan yang kuat. Berbagai pembenahan yang dilakukan diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan pengunjung sekaligus memperkenalkan Gunung Cikareo sebagai salah satu destinasi wisata alam yang layak dikunjungi di Kabupaten Sumedang.

Dengan panorama Waduk Jatigede yang menjadi sajian utama dari puncaknya, udara pegunungan yang sejuk, serta antusiasme pengunjung dari berbagai usia, Gunung Cikareo memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi ikon wisata baru di Kecamatan Wado. Ke depan, sinergi antara pengelola, masyarakat, dan perguruan tinggi diharapkan mampu menjadikan Gunung Cikareo sebagai destinasi wisata yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Desa Cikareo Selatan melalui pengembangan pariwisata yang berkelanjutan.



Dokumentasi: KKN 19 UPI SMD 2026