Ragam Tradisi Riau: Prosesi Pengukuhan Datuk Paduko Suku Meliling di Kampar

Mahasiswa Universitas Riau
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Eza Nadila tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

SIAK HULU — Pelestarian nilai-nilai adat istiadat terus dijaga erat oleh masyarakat Kabupaten Kampar, Riau. Hal ini dibuktikan melalui kesuksesan agenda adat Pengukuhan Datuk Paduko Ninik Mamak Suku Meliling yang berlokasi di Desa Pangkalan Baru, Kecamatan Siak Hulu.
Kegiatan sakral yang sarat akan makna filosofis ini dipimpin secara adat oleh Penghulu Adat Datuk Ganti, Ir. H. Nasrun Effendi, M.T., pada Minggu, 14 Desember 2025 lalu.
Momen bersejarah bagi kemajuan budaya lokal ini dihadiri oleh jajaran penting dari struktur adat dan pemerintahan daerah.
Di antaranya tampak hadir Penghulu Adat Ninik Mamak Ompek Batu Datuk Ganti, para pemangku adat dari berbagai kaum persukuan di Desa Pangkalan Baru, hingga aparatur pemerintahan desa beserta tokoh masyarakat, alim ulama, serta cerdik pandai setempat.
Acara berjalan tertib dari awal hingga akhir di bawah panduan Eza Nadila, S.Pd. selaku Master Of Ceremony (MC). Sejak kedatangan di area lokasi, rombongan pemangku adat disambut hangat dengan musik tradisional menuju bangunan rumah adat.
Setelah resmi dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an dan doa bersama, suara tabuhan Gendang Ogung—yang merupakan alat musik perkusi khas dari Desa Pangkalan Baru—menggema sebagai penanda dibukanya babak inti dari prosesi kepemimpinan adat tersebut.
Agenda utama kemudian berlanjut pada pembacaan Surat Keputusan Pengukuhan Gelar Datuk Paduko. Secara khidmat, Ir. H. Nasrun Effendi, M.T. (Datuk Ganti) mengesahkan posisi Tuan Zulpan Kheri sebagai pemegang gelar Datuk Paduko Ninik Mamak Suku Meliling yang baru. Pemasangan simbol adat serta penyampaian pituah nasehat menjadi penutup sesi pelantikan ini.
Usai resmi memangku jabatan, Datuk Paduko langsung melaksanakan tugas perdananya dengan mengukuhkan kedudukan Datuk Majosindo. Setelah itu, beliau menyampaikan kata sambutan pituah adat pertamanya di hadapan seluruh audiens yang hadir.
Apresiasi tinggi juga datang dari Kepala Desa Pangkalan Baru. Beliau menuturkan bahwa kerja sama yang harmonis antara struktur adat (Ninik Mamak) dan pemerintah desa merupakan kunci utama dalam menciptakan lingkungan masyarakat yang damai, maju, dan harmonis.
Seluruh rangkaian acara ini diakhiri dengan pembacaan doa penutup, dokumentasi foto bersama, serta sesi ramah tamah yang hangat antara tokoh masyarakat dan warga desa yang hadir memadati acara.
