Konten dari Pengguna

Bangun Perspektif Kebangsaan, Lapas Besi Fasilitasi Diskusi bagi Napiter

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Rezana Agustyan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bangun Perspektif Kebangsaan, Lapas Besi Fasilitasi Diskusi bagi Napiter
zoom-in-whitePerbesar

Nusakambangan, 12 Oktober 2026 – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Besi Nusakambangan mengikuti kegiatan Diskusi Keislaman Kebangsaan pada Senin (12/10), pukul 10.00 WIB. Kegiatan dilaksanakan secara daring melalui Zoom dengan menghadirkan Dr. Rifqi Muhammad dari UIN Syarif Hidayatullah sebagai pemateri dan didampingi petugas Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror.

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh narapidana terorisme (napiter) Lapas Besi, perwakilan 10 napiter dari Lapas Pasir Putih, serta perwakilan napiter dari Lapas Gladakan, Lapas Ngaseman, Lapas Batu, Lapas Kumbang, Lapas Kembang Kuning, dan Lapas Permisan.

Diskusi ini menjadi bagian dari upaya pembinaan untuk memperkuat pemahaman keislaman dan kebangsaan melalui pendekatan edukatif dan dialogis. Forum ini diharapkan dapat memperluas wawasan peserta mengenai nilai-nilai keagamaan yang selaras dengan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kepala Lapas Kelas IIA Besi Nusakambangan, Muda Husni, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk mendorong perubahan pola pikir dan memperkuat pemahaman kebangsaan para napiter.

“Melalui diskusi ini, kami berharap para napiter dapat memperdalam pemahaman keislaman yang sejalan dengan nilai-nilai kebangsaan serta menjadikannya bekal untuk menjalani kehidupan yang lebih baik,” ungkapnya.

Sementara itu, Rifqi Muhammad menekankan pentingnya ruang dialog dan pembelajaran dalam memperluas wawasan keislaman serta membangun pemahaman kebangsaan yang positif.

“Pemahaman keagamaan dan kebangsaan perlu berjalan beriringan agar nilai-nilai yang dipelajari dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam membangun sikap saling menghormati dan menjaga persatuan,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, Lapas Besi terus mendukung pembinaan napiter secara berkelanjutan melalui kolaborasi dengan akademisi dan pihak terkait guna mendorong proses perubahan positif serta kesiapan kembali ke tengah masyarakat.