Konten dari Pengguna

Dari Dialog Menuju Perubahan, Lapas Besi & AIDA Pantau Perkembangan Napiter

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Rezana Agustyan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dari Dialog Menuju Perubahan, Lapas Besi & AIDA Pantau Perkembangan Napiter
zoom-in-whitePerbesar

Cilacap – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Besi Nusakambangan melaksanakan kegiatan monitoring pertama pasca dialog antara pelaku terorisme dan korban terorisme bersama Aliansi Indonesia Damai (AIDA), Rabu (7/10/2026). Kegiatan berlangsung di Aula Wijayakusuma Lapas Besi dengan didampingi petugas dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan serta Wali Narapidana Terorisme (Napiter) Lapas Besi.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan AIDA, Syafiq Syeirozi, sebagai bagian dari upaya memantau perkembangan proses setelah dilaksanakannya dialog antara pelaku terorisme dan korban terorisme. Monitoring dilakukan untuk melihat perkembangan sikap, pemahaman, serta proses pembinaan dan perubahan yang dijalani oleh Napiter pascadialog.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam mendukung proses deradikalisasi dan reintegrasi sosial, melalui pendampingan serta komunikasi yang terarah antara petugas, Napiter, dan pihak terkait.

Kalapas Besi, Muda Husni, menyampaikan bahwa monitoring secara berkelanjutan diperlukan untuk memastikan proses pembinaan berjalan secara konsisten.

“Monitoring pascadialog ini penting untuk melihat perkembangan proses pembinaan secara berkelanjutan. Kami terus memberikan pendampingan agar setiap proses yang dijalani dapat memberikan dampak positif dan mendukung kesiapan warga binaan untuk kembali ke masyarakat,” ujar Muda Husni.

Sementara itu, Syafiq Syeirozi dari AIDA menyampaikan bahwa proses pascadialog membutuhkan pendampingan dan pemantauan secara berkelanjutan.

“Dialog merupakan salah satu langkah awal untuk membuka ruang pemahaman. Setelah dialog, proses monitoring menjadi penting untuk melihat bagaimana perkembangan dan refleksi yang muncul, sehingga proses menuju reintegrasi dapat terus didukung secara positif,” ungkap Syafiq.

Melalui kegiatan tersebut, Lapas Besi bersama AIDA, Ditjenpas, dan Wali Napiter terus memperkuat sinergi dalam mendukung proses pembinaan, deradikalisasi, serta reintegrasi sosial Napiter secara bertahap dan berkelanjutan.

#Ditjenpas #Kemenimipas #Pemasyarakatan #GuardandGuide