Konten dari Pengguna

Ibadah Rutin Gereja, Lapas Besi Perkuat Pembinaan Kerohanian WBP

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Rezana Agustyan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ibadah Rutin Gereja, Lapas Besi Perkuat Pembinaan Kerohanian WBP
zoom-in-whitePerbesar

Cilacap, 17 September 2026 – INFO_PAS. Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Besi Nusakambangan kembali memfasilitasi pelaksanaan ibadah rutin bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) beragama Nasrani, Kamis (17/9/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Lapas Besi dalam mendukung pembinaan kepribadian melalui penguatan kehidupan keagamaan.

Ibadah berlangsung dengan tertib dan khidmat di tempat ibadah Lapas Besi. Para WBP mengikuti rangkaian kegiatan mulai dari pujian, doa, penyampaian firman Tuhan, hingga refleksi bersama. Kegiatan turut didampingi petugas Lapas Besi serta pihak gereja sebagai bentuk sinergi dalam pelaksanaan pembinaan kerohanian.

Kalapas Besi, Muda Husni, menyampaikan bahwa kegiatan ibadah rutin menjadi salah satu sarana penting dalam membentuk sikap dan perilaku positif WBP selama menjalani masa pidana.

“Kami memberikan ruang bagi WBP untuk menjalankan ibadah dengan baik. Harapannya, pembinaan kerohanian ini dapat menjadi bekal untuk membangun pribadi yang lebih baik dan bertanggung jawab,” ujar Muda Husni.

Salah satu jemaat WBP mengungkapkan bahwa ibadah rutin memberikan kesempatan bagi dirinya untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan sekaligus menjadi pengingat untuk terus memperbaiki diri.

“Ibadah ini membuat kami lebih tenang dan terus diingatkan untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” ungkap salah satu jemaat WBP.

Melalui kegiatan tersebut, Lapas Besi terus berkomitmen memberikan pembinaan yang seimbang, tidak hanya dalam aspek keterampilan dan kemandirian, tetapi juga pembinaan mental dan spiritual. Pelaksanaan ibadah secara rutin diharapkan dapat membantu WBP menjalani masa pembinaan dengan lebih baik serta mempersiapkan diri untuk kembali ke tengah masyarakat.