Konten dari Pengguna

Jemput Bola, Dukcapil Cilacap Lakukan Perekaman KTP-el di Lapas Besi

Rezana Agustyan

Rezana Agustyan

Public Relations at Lapas Kelas IIA Besi Nusakambangan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Rezana Agustyan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jemput Bola, Dukcapil Cilacap Lakukan Perekaman KTP-el di Lapas Besi
zoom-in-whitePerbesar

Nusakambangan – INFO_PAS. Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Besi Nusakambangan bersinergi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Cilacap menggelar kegiatan perekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el) bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (06/05) ini bertempat di Lapas Besi dengan menyasar para penghuni yang belum memiliki identitas kependudukan valid.

Langkah ini diambil guna memastikan seluruh warga binaan mendapatkan hak sipil mereka sebagai warga negara. Selain sebagai bentuk tertib administrasi, kepemilikan KTP-el sangat krusial untuk pemenuhan hak-hak lainnya, seperti akses layanan kesehatan (BPJS) serta validasi data pemilih menjelang pesta demokrasi mendatang.

Kepala Lapas Besi, Muda Husni, menyampaikan bahwa pemutakhiran data kependudukan ini merupakan bagian dari komitmen Lapas dalam memberikan pelayanan prima dan pemenuhan hak dasar bagi para WBP.

"Kami menyadari bahwa identitas diri adalah kunci utama bagi warga binaan untuk mendapatkan layanan publik lainnya. Kerja sama dengan Dukcapil Cilacap ini adalah langkah nyata kami untuk memastikan tidak ada warga binaan di Lapas Besi yang terhambat haknya hanya karena kendala administratif," ujar Muda Husni di sela-sela memantau kegiatan.

Proses perekaman meliputi pengambilan foto, sidik jari, serta pemindaian retina mata. Petugas Dukcapil membawa perangkat mobile ke dalam Lapas untuk memudahkan prosedur tanpa harus membawa warga binaan keluar dari area steril Nusakambangan.

Manfaat dari kegiatan ini dirasakan langsung oleh para warga binaan. AS, salah satu WBP yang mengikuti proses perekaman, mengaku lega karena kini status kependudukannya telah jelas kembali.

"Saya sangat berterima kasih dengan adanya program ini. Sebelumnya saya kesulitan karena KTP lama sudah hilang dan data tidak ditemukan. Dengan adanya perekaman langsung di dalam Lapas, saya jadi tenang karena identitas saya sudah resmi tercatat kembali untuk urusan kesehatan nanti," ungkap AS.

Kegiatan yang berlangsung tertib dan aman ini diharapkan dapat menuntaskan kendala administrasi kependudukan di lingkungan pemasyarakatan, sekaligus memperkuat integrasi data antara Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dengan database kependudukan nasional.