Kesehatan Jadi Prioritas, Lapas Besi dan Kemenkes Skrining Masal WBP dan Pegawai

Public Relations at Lapas Kelas IIA Besi Nusakambangan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Rezana Agustyan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Nusakambangan – INFO_PAS. Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Besi Nusakambangan berkomitmen penuh dalam menjaga kesehatan dan mendeteksi dini penyakit menular di lingkungan pemasyarakatan. Bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia, Lapas Besi menggelar kegiatan skrining Tuberkulosis (TB) melalui intervensi rontgen dada (X-Ray) serta pemeriksaan kesehatan gratis bagi seluruh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dan pegawai, Selasa (30/06).
Langkah preventif ini diambil sebagai bentuk deteksi dini sekaligus memutus mata rantai penularan penyakit TB di dalam lapas yang memiliki risiko penularan cukup tinggi. Selain rontgen dada, layanan kesehatan gratis yang disediakan meliputi pemeriksaan tekanan darah, cek gula darah, kolesterol, hingga konsultasi medis langsung dengan tim dokter.
Kepala Lapas Kelas IIA Besi Nusakambangan, Muda Husni, menyampaikan bahwa pemenuhan hak kesehatan bagi warga binaan merupakan salah satu prioritas utama dalam proses pembinaan. Sinergi dengan Kementerian Kesehatan ini diharapkan dapat memastikan seluruh penghuni dan petugas lapas berada dalam kondisi yang prima.
"Kesehatan adalah modal utama. Melalui skrining massal ini, kita dapat mendeteksi secara dini apabila ada indikasi gejala TB maupun penyakit degeneratif lainnya, baik pada warga binaan maupun petugas. Jika ditemukan ada yang terindikasi, penanganan medis secara intensif bisa langsung kita berikan secara cepat dan tepat. Kami sangat mengapresiasi dukungan penuh dari Kemenkes dalam kegiatan ini," ujar Muda Husni di sela-sela memantau jalannya kegiatan.
Proses pemeriksaan berlangsung dengan tertib dan menerapkan protokol kesehatan. Satu per satu warga binaan bergantian melakukan pengecekan dengan X-Ray milik Kemenkes untuk melakukan rontgen dada.
Manfaat dari kegiatan ini dirasakan langsung oleh warga binaan. Salah seorang perwakilan WBP berinisial AR mengaku sangat bersyukur dan terbantu dengan adanya fasilitas pemeriksaan kesehatan gratis dan rontgen dada ini secara berkala di dalam lapas.
"Kami merasa sangat diperhatikan. Dengan adanya rontgen dada dan cek kesehatan gratis ini, kami jadi tahu kondisi kesehatan kami sendiri secara pasti. Terima kasih kepada Bapak Kalapas dan pihak Kemenkes yang sudah memfasilitasi program ini, sehingga kami bisa menjalani masa pembinaan di sini dengan tetap sehat," ungkap AR.
Melalui kegiatan sinergis ini, Lapas Besi Nusakambangan berharap dapat terus mempertahankan lingkungan hunian yang bersih, sehat, dan bebas dari penularan penyakit menular, demi kelancaran seluruh program pembinaan dan operasional lembaga pemasyarakatan.
