Langkah Preventif Lapas Besi, Bekali Warga Binaan Keterampilan Jinakkan Api

Public Relations at Lapas Kelas IIA Besi Nusakambangan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Rezana Agustyan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Nusakambangan – INFO_PAS. Guna mengantisipasi potensi bencana dan meningkatkan kesiapsiagaan di dalam sarana hunian, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Besi Nusakambangan menggelar kegiatan sosialisasi serta simulasi pencegahan dan penanggulangan kebakaran bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (11/07) ini dilaksanakan di lapangan Lapas Besi.
Agenda ini digelar sebagai langkah preventif instansi dalam menekan risiko gangguan keamanan dan ketertiban yang dipicu oleh korsleting listrik maupun kelalaian lainnya. Seluruh WBP antusias mengikuti pemaparan materi mengenai teori dasar terbentuknya api, klasifikasi kebakaran, hingga tata cara penanganan awal saat mendeteksi titik api.
Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (Ka. KPLP) Lapas Besi, Heka, menegaskan bahwa pemahaman mengenai keselamatan kebakaran merupakan hal krusial yang wajib dimiliki oleh seluruh penghuni lapas.
"Kami ingin memastikan seluruh warga binaan tidak hanya waspada, tetapi juga tahu persis apa yang harus dilakukan jika terjadi situasi darurat. Kuncinya adalah tetap tenang, tidak panik, dan segera melapor kepada petugas jaga terdekat agar penanganan bisa dilakukan secara cepat," ujar Heka.
Setelah sesi teori, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi praktis pemadaman api di lapangan internal Lapas Besi. Petugas Lapas Besi sekaligus instruktur simulasi, Afrian, memandu langsung para WBP untuk mempraktikkan teknik pemadaman, baik menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) maupun metode tradisional menggunakan kain atau karung goni basah.
"Edukasi pemadaman menggunakan kain basah sengaja kami latihkan agar perwakilan WBP memiliki keterampilan taktis. Mereka diajarkan cara memegang kain untuk melindungi diri, melangkah dengan tenang, dan menyelimuti api secara rapat hingga padam," jelas Afrian di sela-sela kegiatan penataan alat.
Kegiatan sosialisasi dan mitigasi bencana ini berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif. Melalui pembekalan yang terstruktur ini, Lapas Besi Nusakambangan berkomitmen untuk terus menjaga lingkungan pemasyarakatan yang aman, humanis, serta tanggap terhadap potensi gangguan operasional.
