Pengajian Khusus Napiter, Dalami Nilai Keislaman Kitab Arba'in Nawawi

Public Relations at Lapas Kelas IIA Besi Nusakambangan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Rezana Agustyan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pembinaan kepribadian bagi narapidana tindak pidana terorisme (Napiter) terus diperkuat melalui kegiatan keagamaan. Bertempat di Masjid An-Nur Lapas Besi Nusakambangan, Senin (24/8/2026), dilaksanakan pengajian khusus Napiter dengan menghadirkan KH. Slamet Munir dari Kementerian Agama Kabupaten Cilacap sebagai pemateri.
Kegiatan diikuti oleh warga binaan Napiter dalam suasana khidmat dengan materi utama berupa kajian Kitab Arba'in Nawawi, yang membahas hadis-hadis pilihan sebagai pedoman dalam memahami dan mengamalkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala Lapas Besi Nusakambangan, Muda Husni, menyampaikan bahwa pembinaan keagamaan menjadi salah satu bagian penting dalam proses perubahan sikap dan pola pikir warga binaan, khususnya Napiter.
“Pembinaan keagamaan tidak hanya memberikan pemahaman tentang nilai-nilai agama, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun sikap yang lebih positif, memperkuat kesadaran, serta mempersiapkan warga binaan untuk kembali ke tengah masyarakat.”
Dalam penyampaian materinya, Slamet Munir mengajak para peserta untuk memahami hadis tidak hanya sebatas pengetahuan, tetapi juga menjadikannya sebagai pedoman dalam bersikap dan menjalani kehidupan.
“Memahami agama harus diikuti dengan pengamalan. Nilai-nilai yang dipelajari dalam Arba'in Nawawi hendaknya menjadi bekal untuk memperbaiki diri, membangun akhlak, dan menjalani kehidupan dengan lebih baik.”
Melalui kegiatan tersebut, Lapas Besi terus mendorong pembinaan yang berkelanjutan bagi Napiter melalui pendekatan keagamaan, dialog, dan penguatan nilai-nilai positif. Kajian Kitab Arba'in Nawawi diharapkan dapat menjadi salah satu sarana untuk memperkuat proses pembinaan serta mendukung perubahan sikap dan perilaku menuju kehidupan yang lebih baik.
