Tahsin Al-Qur'an, Langkah Nyata Pembinaan Spiritual WBP Lapas Besi

Public Relations at Lapas Kelas IIA Besi Nusakambangan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Rezana Agustyan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Nusakambangan – Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIA Besi Nusakambangan mengikuti kegiatan Majelis Taklim dengan materi Tahsin Al-Qur'an yang menghadirkan pemateri dari Kementerian Agama Kabupaten Cilacap. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari program pembinaan kepribadian untuk meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur'an sekaligus memperkuat pemahaman keagamaan para WBP.
Melalui pembelajaran tahsin, peserta dibimbing memperbaiki makharijul huruf, hukum tajwid, serta kelancaran membaca Al-Qur'an. Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan metode penyampaian materi, praktik membaca, dan evaluasi secara langsung oleh pemateri sehingga setiap peserta memperoleh bimbingan sesuai kemampuan masing-masing.
Kalapas Kelas IIA Besi Nusakambangan, Muda Husni, mengatakan bahwa pembinaan keagamaan merupakan salah satu fondasi penting dalam proses pembentukan karakter warga binaan.
"Pembinaan kepribadian melalui kegiatan keagamaan menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran dan perubahan perilaku warga binaan. Kami berharap pembelajaran tahsin ini dapat meningkatkan kualitas ibadah sekaligus menjadi bekal positif bagi mereka untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat," ujar Muda Husni.
Sementara itu, Petugas pendamping, Halim, menjelaskan bahwa kegiatan Majelis Taklim dilaksanakan secara berkelanjutan dengan berbagai materi pembinaan keagamaan.
"Tahsin Al-Qur'an dipilih agar warga binaan mampu membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar sesuai kaidah tajwid. Antusiasme peserta sangat baik sehingga diharapkan pembinaan ini dapat memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an serta memperkuat nilai-nilai spiritual mereka," ungkap Halim.
Melalui sinergi dengan Kementerian Agama Kabupaten Cilacap, Lapas Besi terus berkomitmen menghadirkan program pembinaan yang berkualitas sebagai upaya membentuk pribadi warga binaan yang lebih religius, berakhlak baik, dan siap berintegrasi kembali dengan masyarakat.
