Tahsin Al-Qur’an, Warga Binaan Lapas Besi Perdalam Bacaan

Public Relations at Lapas Kelas IIA Besi Nusakambangan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Rezana Agustyan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Besi Nusakambangan kembali memperkuat pembinaan kepribadian melalui kegiatan keagamaan. Bertempat di Masjid An-Nur Lapas Besi, Kamis (20/8), sebanyak 20 warga binaan mengikuti kajian tahsin Al-Qur’an yang dipandu oleh Ustaz Dr. Solikhun, S.Ag., dari Kementerian Agama Kabupaten Cilacap.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari pembinaan keagamaan bagi warga binaan, khususnya dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Dalam kajian tersebut, Ustaz Solikhun memberikan pemahaman mengenai tahsin, mulai dari pelafalan huruf hijaiyah, makharijul huruf, hingga penerapan kaidah bacaan Al-Qur’an secara tepat.
Dengan suasana yang khidmat dan penuh antusias, para warga binaan mengikuti materi serta mempraktikkan langsung bacaan Al-Qur’an yang diarahkan oleh pemateri. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana bagi warga binaan untuk terus memperbaiki kualitas ibadah sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an.
Kalapas Besi, Muda Husni, menyampaikan bahwa pembinaan keagamaan menjadi salah satu bagian penting dalam proses pembentukan karakter warga binaan.
“Kami berharap kegiatan tahsin Al-Qur’an ini tidak hanya meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga membangun kesadaran dan ketenangan batin warga binaan. Pembinaan seperti ini menjadi bekal penting bagi mereka untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar Muda Husni.
Sementara itu, Ustaz Dr. Solikhun, menekankan bahwa tahsin bukan sekadar memperindah bacaan, tetapi merupakan upaya untuk menjaga ketepatan dalam membaca ayat-ayat Al-Qur’an.
“Tahsin mengajarkan kita untuk membaca Al-Qur’an sesuai dengan kaidah yang benar. Semoga para warga binaan dapat terus belajar, memperbaiki bacaannya, dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan,” ungkapnya.
Melalui kegiatan tersebut, Lapas Besi berkomitmen untuk terus menghadirkan pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada perubahan perilaku, tetapi juga memperkuat nilai spiritual dan kepribadian warga binaan sebagai bekal menuju kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat.
