Konten dari Pengguna

Tanamkan Nilai Kasih dan Pengharapan, Lapas Besi Gelar Pembinaan Rohani

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Rezana Agustyan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tanamkan Nilai Kasih dan Pengharapan, Lapas Besi Gelar Pembinaan Rohani
zoom-in-whitePerbesar

Cilacap, 15 Oktober 2026 – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Besi Nusakambangan terus berkomitmen memberikan pembinaan kepribadian bagi warga binaan melalui kegiatan kerohanian. Kali ini, pembinaan dilaksanakan di Gereja Anugerah Lapas Besi dengan melibatkan empat petugas dari Gereja Tabgha Love Ministry.

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk memperkuat keimanan, menumbuhkan nilai-nilai positif, serta memberikan dukungan spiritual bagi warga binaan dalam menjalani masa pembinaan. Melalui kegiatan ibadah dan pendampingan rohani, warga binaan diharapkan dapat semakin mendekatkan diri kepada Tuhan dan membangun semangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Kepala Lapas Kelas IIA Besi, Muda Husni, menyampaikan bahwa pembinaan kerohanian merupakan bagian penting dalam proses pembentukan karakter warga binaan. Menurutnya, pemenuhan kebutuhan spiritual diharapkan dapat menjadi bekal bagi warga binaan untuk memperbaiki diri dan mempersiapkan kehidupan yang lebih baik ke depannya.

“Pembinaan kerohanian menjadi salah satu sarana untuk menumbuhkan keimanan, memperkuat mental, dan membangun harapan baru bagi warga binaan. Kami berharap setiap kegiatan pembinaan dapat memberikan dampak positif bagi perubahan perilaku dan kehidupan mereka,” ujar Muda Husni.

Sementara itu, Wanda, salah satu petugas dari Gereja Tabgha Love Ministry, menyampaikan bahwa kegiatan pembinaan kerohanian ini merupakan bentuk kepedulian untuk mendampingi warga binaan melalui penguatan iman dan nilai-nilai kasih.

“Kami berharap melalui pelayanan ini, warga binaan dapat merasakan dukungan, menemukan pengharapan, dan terus memiliki semangat untuk memperbaiki diri. Setiap orang memiliki kesempatan untuk bertumbuh dan menjadi lebih baik,” ungkap Wanda.

Melalui kegiatan ini, Lapas Besi berharap pembinaan kerohanian dapat terus menjadi bagian dari proses pemasyarakatan yang humanis, sekaligus membantu warga binaan membangun keyakinan, sikap positif, dan harapan untuk masa depan yang lebih baik.