Tingkatkan Kualitas Ibadah, Lapas Besi Bekali Warga Binaan Materi Fikih

Public Relations at Lapas Kelas IIA Besi Nusakambangan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Rezana Agustyan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Nusakambangan – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Besi Nusakambangan melaksanakan kegiatan pembinaan keagamaan bagi 35 warga binaan dengan materi fikih tentang hadas besar dan hadas kecil. Kegiatan ini menghadirkan K.H. Baitul Muhtadin dari Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Cilacap sebagai pemateri pada hari Selasa (13/10).
Dalam kegiatan tersebut, Baitul Muhtadin menjelaskan pengertian hadas besar dan hadas kecil, perbedaan keduanya, serta tata cara bersuci sesuai dengan ketentuan syariat Islam. Materi ini bertujuan meningkatkan pemahaman warga binaan mengenai pentingnya menjaga kesucian diri sebagai salah satu syarat dalam pelaksanaan ibadah.
Kalapas Besi, Muda Husni, menyampaikan bahwa pembinaan keagamaan menjadi bagian penting dalam membentuk karakter dan meningkatkan kualitas diri warga binaan.
“Melalui pembinaan keagamaan ini, kami berharap warga binaan dapat meningkatkan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari, sehingga menjadi bekal positif selama menjalani masa pembinaan maupun ketika kembali ke masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, Baitul Muhtadin menekankan pentingnya memahami tata cara bersuci sebagai dasar dalam menjalankan ibadah sehari-hari.
“Memahami hadas besar dan hadas kecil beserta tata cara menyucikannya merupakan pengetahuan dasar yang penting bagi setiap muslim. Harapannya, materi ini dapat dipahami dan diterapkan oleh warga binaan dalam menjalankan ibadah sesuai tuntunan syariat Islam,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, Lapas Besi terus berupaya memberikan pembinaan yang berkelanjutan, tidak hanya dalam aspek kemandirian, tetapi juga dalam penguatan spiritual dan pembentukan karakter warga binaan agar menjadi pribadi yang lebih baik.
#Ditjenpas #Kemenimipas #Pemasyarakatan #GuardandGuide
