Konten dari Pengguna

Tunjukkan Perubahan Perilaku, 53 Napi Lapas Maksimum Besi Dipindah ke Medium

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Rezana Agustyan tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tunjukkan Perubahan Perilaku, 53 Napi Lapas Maksimum Besi Dipindah ke Medium
zoom-in-whitePerbesar

Nusakambangan – INFO_PAS. Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Besi Nusakambangan melakukan pemindahan terhadap 53 orang narapidana menuju Lapas yang berstatus medium security, pada Rabu (1/7). Langkah strategis ini diambil sebagai bagian dari program revitalisasi pemasyarakatan serta pentahapan pembinaan bagi warga binaan yang telah menunjukkan perubahan perilaku yang signifikan.

Kegiatan pemindahan ini dipimpin langsung oleh Kepala Lapas (Kalapas) Besi, Muda Husni, dengan pengawalan ketat dari petugas pemasyarakatan dan aparat kepolisian. Proses mutasi narapidana berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif sejak persiapan di blok hunian hingga proses administrasi serah terima di lapas tujuan.

Kalapas Besi, Muda Husni, menjelaskan bahwa pemindahan ini bukan sekadar rotasi biasa, melainkan bentuk penghargaan atas komitmen warga binaan dalam mengikuti program pembinaan.

"Pemindahan lima puluh tiga narapidana dari tingkat maximum security ke medium security ini didasarkan pada hasil Sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP). Mereka dinilai telah memenuhi syarat substantif dan administratif, serta menunjukkan penurunan tingkat risiko perilaku," ujar Muda Husni di sela-sela kegiatan.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka. KPLP) Besi, Heka, menegaskan bahwa seluruh rangkaian proses pemindahan ini tetap mengutamakan standar operasional prosedur (SOP) keamanan yang ketat demi mengantisipasi potensi gangguan.

"Meskipun mereka dipindahkan ke lapas dengan tingkat keamanan yang lebih rendah untuk menjalani pembinaan lanjutan, proses pergeseran pasukan dan warga binaan ini tetap kami kawal dengan penuh kewaspadaan. Sinergi antara petugas lapas dan aparat penegak hukum memastikan seluruh proses mitigasi risiko berjalan optimal," tutur Heka.

Melalui pemindahan ke lapas medium security ini, ke-53 narapidana tersebut diharapkan dapat mengakses program pembinaan kemandirian dan bimbingan kerja secara lebih luas, sebagai persiapan sebelum nantinya mereka kembali berintegrasi dengan masyarakat.