Fajar Nugros: Waetawan Dibutuhkan untuk Bantu Promo Film Indonesia

Cowo bernama lengkap Fachrul Irwinsyah, tapi keluyuran di dunia maya dengan nama Paulpolos.
Tulisan dari Paulpolos tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Banyak film-film Indonesia yang bagus. Namun, hanya sedikit yang mampuh bertahan lama di bioskop. Contohnya film Night Bus.
Film yang diproduseri Darius Sinathrya itu hanya bertahan satu minggu. Perolehan penontonnya hanya 20.000 penonton. Meski begitu film yang diperankan Teuku Rifnu Wikana tersebut menjadi Film Terbaik dalam Festival Film Indonesia (FFI) 2017.
Melihat hal itu, film maker Fajar Nugros mengungkapkan minimnya biaya pembuatan film membuat pelaku film sulit untuk melakukan promosi.
"Bikin filmnya saja sudah mengeluarkan biaya yang besar. Ketika film selesai, uangnya sudah habis. Tidak ada lagi biaya untuk promo," kata Fajar Nugros dalam Kumparan Onboarding di Kuningan City, Jakarta, Selasa (14/11).
Ia juga menjelaskan, film Indonesia harus bersaing dengan film-film holywood untuk bisa mendapatkan layar di bioskop. Film dari luar itu memiliki biaya yang besar untuk melakukan promosi. Bahkan terkadang biaya promosinya lebih besar daripada pembuatan filmnya.
Dengan biaya yang sedikit itu, ia berharap wartawan bisa membantu dalam mempromosikan film-film Indonesia. Agar masyarakat mendapatkan informasi mengenai film Indonesia yang tayang dan akan tayang di Indonesia.
"Maka itu kami membutuhkan wartawan untuk membantu promosi film," ujar Fajar.
