10 Murid SDN di Medan Diduga Dipukul Guru karena Tak Kerjakan PR

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Sekolah Dasar. Foto: GamElon/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Sekolah Dasar. Foto: GamElon/Shutterstock

Dugaan kekerasan terhadap murid terjadi di lingkungan sekolah dasar di SD Negeri 060807 di Jalan Halat, Kecamatan Medan Kota, Kota Medan, pada Kamis (20/8) lalu.

Kabid Pembinaan SD Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Medan, Mujiono, mengatakan pihaknya telah menerima laporan dari orang tua 10 murid SD tersebut.

Ia mengatakan para orang tua melaporkan dugaan pemukulan terhadap anaknya karena tidak mengerjakan pekerjaan rumah (PR) ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan pada Rabu (26/8).

"Orang tua datang tadi melaporkan bahwa terjadi semacam pemukulan terhadap anak-anak karena alasannya tidak mengerjakan PR," kata Muji saat ditemui di Kantor Disdik Kota Medan, Rabu (26/8).

Para orang tua melaporkan guru tersebut atas dugaan kekerasan terhadap anak mereka berupa pemukulan dan menyuruh murid melakukan push-up. Namun, tidak ada murid yang mengalami luka.

"Enggak ada (luka-luka). Hanya tadi ada semacam, anak disuruh push-up ramai-ramai, pegang telinga gitu. Ada yang tadi pakai buku (pukul) di pipinya. Jadi nanti kita selesaikan itu ya," ucap Muji.

Muji menuturkan, pihaknya tidak menoleransi tindakan kekerasan terhadap murid.

Ia menyebutkan, Disdik Kota Medan akan memanggil pihak sekolah beserta guru yang diduga melakukan tindakan kekerasan. Dia akan dipertemukan dengan para orang tua serta murid.

"Itu tidak menjadi alasan karena sekolah ini kan sekolah ramah anak. Se-apapun, gimana proses terjadi terhadap anak tidak boleh ada pemukulan. Jadi kita melarang seperti itu dan kita selalu mensosialisasikan jangan terjadi semacam bullying," ujar Muji.

"Jadi kita besok insyaallah akan kita selesaikan. Kita panggil kepala sekolah dan gurunya. Setelah itu, kita juga memfasilitasi, kita pertemukan kepala sekolah dengan orang tua dan anak-anak, saling memaafkan ya. Supaya jangan terjadi lagi ke depannya. Bukan hanya di sekolah ini, di sekolah yang lainnya juga jangan terjadi hal seperti ini," sambung Muji.

Muji menambahkan, murid-murid tersebut tetap melangsungkan kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolahnya.

"Anak-anak sudah tetap sekolah, enggak ada libur. Tetap berjalan KBM seperti biasa," imbuh Muji.

Kepala Sekolah Masih Menunggu Kabar

Kepala Sekolah SD Negeri 060807, Adiana, mengatakan saat itu salah satu guru bahasa Inggris mempertanyakan tugas kepada murid-muridnya. Namun, para murid tersebut tidak mengerjakan tugasnya selama dua minggu terakhir.

"Guru masuk ke ruang kelas pertanyakan mana itu tugas. Jadi, namanya dia sebagai seorang guru, tidak ada ditampilkan anak-anak itu. Mau minta tugas tadi, sudah dua minggu enggak selesai-selesai, disuruh pompa (squat jump)," ucap Adiana.

Adiana menuturkan, pihak sekolah sedang menunggu kabar panggilan dari Dinas Pendidikan Kota Medan terkait laporan dugaan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh salah satu gurunya.

"Belum ada (panggilan). Dari dinas pendidikan belum ada. Artinya kita menunggu ya kabar berikutnya," tutur Adiana.

Adiana berharap para orang tua menyerahkan pendidikan anak-anaknya kepada para guru. Ia menegaskan, guru tidak bermaksud menganiaya, melainkan hanya menegur. Adiana juga sudah memindahkan guru tersebut agar tidak mengajar di kelas yang sama.

"Harapan saya sama orang tua, anak ini dididik sama guru nih di SD, cobalah serahkan. Tapi bukan dianiaya, hanya menegur. Harapan saya sama orang tua murid, ya sudahlah. Saya kan sudah pindahkan guru tersebut kalau anak-anak tidak mau belajar sama guru tersebut," pungkas Adiana.