Atasi Karhutla Jambi, 5 Pesawat Dikerahkan untuk Operasi Hujan Buatan

Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi diperkuat dengan lima pesawat.
Ahli BNPB, Kolonel Penerbang Agus M, mengatakan seluruh kesiapan operasional OMC telah terpenuhi, baik dari sisi pesawat maupun manajemen operasi.
“Berdasarkan informasi dari teman-teman operator dan BNPB, semuanya sudah bisa dilaksanakan dan sudah ready pesawat, baik itu dari sisi pengoperasian pesawat dan juga dari sisi manajemen,” kata Agus.
Untuk mendukung penyemaian awan, saat ini telah disiapkan sekitar 10 ton bahan semai. Sebagian bahan tersebut telah berada di posko.
“Untuk saat ini sudah ada 10 ton, tapi yang di posko itu 2 ton tambah 1, 3 ton,” ujarnya.
Agus menyebut belum ada kendala berarti dalam pelaksanaan OMC. Tim masih memantau pertumbuhan awan yang berpotensi untuk dilakukan penyemaian.
“Kita tetap memantau potensi pertumbuhan awan yang bisa dimungkinkan untuk dilakukan penyemaian,” katanya.
Operasi hujan buatan tersebut akan dipusatkan di hampir seluruh wilayah Provinsi Jambi. Namun, wilayah Kabupaten Kerinci tidak menjadi prioritas karena potensi hujan di daerah tersebut dinilai sudah cukup tinggi.
“Operasional OMC itu seluruh Jambi, kecuali untuk daerah-daerah yang memang potensi hujan itu sudah lebih dari cukup. Itu di wilayah sekitar Kabupaten Kerinci,” jelas Agus.
OMC tahap pertama direncanakan berlangsung hingga 30 Agustus 2026. Masa operasi selanjutnya akan melihat dinamika atmosfer serta hasil evaluasi misi yang telah dilakukan.
“Kalau itu nanti kita perhatikan dinamika atmosfer yang ada dan juga evaluasi misi yang telah dilakukan. Ada ketentuan bisa dilanjutkan ataupun mungkin dialihkan,” ujarnya.
Untuk penyebaran bahan semai, BNPB menggunakan pesawat jenis Cessna Grand Caravan C208B PK-ALA, bukan helikopter.
Selain pesawat penyemaian, dukungan armada operasi juga diperkuat. Total terdapat lima pesawat bombing dan dua pesawat patroli yang disiapkan dalam operasi tersebut.
"Lima bombing, dua patroli,” kata Agus.
Operasi ini dilakukan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan potensi hujan di wilayah yang membutuhkan, khususnya daerah yang masih menghadapi ancaman karhutla.
