BEM PNJ Minta Kampus Transparan Tindak Mahasiswa yang Berciuman Sesama Jenis
·waktu baca 2 menit

Badan Eksekutif Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta (BEM PNJ) meminta transparansi pihak kampus dalam menindak kasus mahasiswa yang berciuman sesama jenis di selasar perpustakaan. Pelaku diketahui merupakan mahasiswa semester 2 yang berinisial AZ, sedangkan pria lainnya bukan mahasiswa PNJ.
"BEM mengajak seluruh mahasiswa untuk mengawal proses penanganan kasus ini serta menuntut transparansi dari pihak institusi demi terciptanya preseden penegakan aturan yang tegas dan adil," demikian pernyataan sikap BEM PNJ dikutip dari Instagram @bempnj, Rabu (3/6).
BEM PNJ menegaskan setiap pelanggaran norma, tata tertib, kode etik, dan ketentuan yang berlaku di lingkungan kampus harus disikapi secara serius. Serta sesuai mekanisme yang berlaku.
"BEM berpandangan bahwa fokus utama dalam menyikapi permasalahan adalah pada tindakan dan perilaku yang dilakukan, bukan pada asumsi, opini, maupun identitas pribadi seseorang," tuturnya.
"Oleh karena itu apabila ditemukan tindakan yang mengarah pada perbuatan asusila di ruang publik, pelecehan, perundungan atau pelanggaran lainnya maka hal tersebut harus ditindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku," lanjutnya.
Sebelumnya kedua pria itu kepergok saat berciuman di selasar perpustakaan pada Selasa (2/6). Keduanya dilabrak oleh para mahasiswa.
Mereka sempat diamankan. Kemudian pada malam harinya dilakukan sidang di lapangan kampus dengan disaksikan para mahasiswa dan petinggi kampus PNJ.
Dalam sidang itu pelaku menjelaskan seluruh tindakannya. Orang tua pelaku juga hadir dan meminta maaf. Ia menerima bila anaknya di keluarkan dari kampus.
