Di Balik Kemeriahan Malam Merdeka di Bundaran HI: HP Tercebur hingga Anak Hilang

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 4 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Momen petugas Damkar Menteng Menyelamatkan HP milik warga yang terjatuh di gorong-gorong Bundaran HI, Jakarta Pusat, Senin (17/8). Foto: Pradya
zoom-in-whitePerbesar
Momen petugas Damkar Menteng Menyelamatkan HP milik warga yang terjatuh di gorong-gorong Bundaran HI, Jakarta Pusat, Senin (17/8). Foto: Pradya

Karnaval Malam Merdeka di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Senin (17/8) malam dipenuhi masyarakat. Mereka datang untuk ikut merayakan HUT ke-81 RI.

Karnaval tersebut dimeriahkan dengan penampilan sejumlah artis seperti Ndarboy Genk dan Feel Koplo. Selain itu juga ada Pawai Merdeka berupa 32 kendaraan hias dari berbagai kementerian dan lembaga yang turut meramaikan karnaval tersebut.

Di tengah kerumunan itu, ada berbagai cerita kecil terjadi. Ada yang datang membawa keluarga untuk menikmati kemeriahan, ada yang sibuk mengabadikan momen dengan telepon seluler, hingga petugas yang harus turun ke gorong-gorong untuk mengevakuasi sebuah HP milik seorang anak.

Kejadian itu dialami oleh Dembran (46), warga asal Tangerang. Ia datang ke Bundaran HI bersama anaknya untuk menghadiri panggung rakyat. Kedatangannya malam itu sekaligus untuk merayakan ulang tahun sang anak yang bertepatan dengan 17 Agustus.

Namun, suasana perayaan itu sempat berubah ketika HP yang sedang dimainkan anaknya terjatuh ke dalam gorong-gorong.

“Sambil duduk dia main HP namanya bocah gitu kan. Terus bikin bercanda ama adeknya, hah apa jatuh langsung masuk gorong-gorong gitu,” kata Dembran.

Dembran yang melihat HP tersebut masuk ke dalam gorong-gorong kemudian segera mencari bantuan. Ia melaporkan kejadian itu kepada petugas pemadam kebakaran yang berada di sekitar lokasi.

“Terus kita langsung lapor ke pemadam di ujung, karena dia bagian pompa ditunjukin nomor pusat. Alhamdulillah tanggapan pusat dari pemadam kebakaran cepat tanggap darurat,” ujarnya.

Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti petugas pemadam kebakaran. Komandan Regu Damkar Menteng, Dedi Suprianto, bersama anggotanya melakukan penanganan untuk mengambil HP dari saluran gorong-gorong.

Dari pantauan di lokasi, petugas damkar tampak membuka salah satu sisi gorong-gorong dan kemudian menaruh tangga di bawahnya untuk memudahkan petugas untuk turun karena posisinya yang terlalu dalam.

Kemudian, dua orang petugas turun ke gorong-gorong itu. HP Dambran akhirnya ditemukan.

Dedi mengatakan, proses evakuasi sempat terkendala karena bagian gorong-gorong dalam kondisi tertutup. Namun, petugas menemukan akses yang memungkinkan anggota masuk ke saluran tersebut.

“Ya kita hanya terhambat karena satu aksesnya pertama aja cuma kita setelah kita penelusuran untuk mencari akses jalan akhirnya kita mendapatkan akses jalan tersebut untuk anggota untuk terjun ke saluran tersebut,” ujar Dedi.

Evakuasi itu akhirnya membuahkan hasil. Dedi mengatakan penanganan terhadap HP tersebut dapat dilakukan dengan cepat.

“Kita bisa menangani kasus tersebut dengan cepat secara tepat,” katanya.

Bagi Dembran, peristiwa itu menjadi pengalaman tersendiri di tengah rencana sederhana untuk mengajak anaknya merayakan ulang tahun sekaligus menikmati suasana kemerdekaan.

“Rencana mau menghadiri panggung rakyat, tau-taunya anak saya juga hari ini ulang tahun dia. Bertepatan dengan 17 Agustus saya bawa ke sini, taunya dapat musibah HP-nya jatuh gitu kan. Alhamdulillah saya hubungi Damkar ditanggulangi dengan cepat,” ujar Dembran.

Namun, cerita di tengah keramaian Malam Merdeka tidak berhenti sampai di situ.

Di tengah padatnya warga yang memenuhi kawasan Bundaran HI, terdengar pengumuman kehilangan anak kecil.

Melalui pengeras suara, polisi menyampaikan pengumuman kehilangan anak kecil berusia kurang lebih 2,5 tahun dan mengenakan kaus serta celana berwarna kuning.

Anak itu ditemukan tertinggal di Stasiun MRT Bundaran HI lalu dibawa ke Pospol Bundaran HI. Hingga pukul 23.21 WIB anak tersebut belum ditemukan oleh keluarganya.

Keramaian malam itu akhirnya menghadirkan sisi lain dari sebuah perayaan besar. Di balik sorotan lampu, pertunjukan, dan antusiasme warga menyambut HUT ke-81 RI, petugas juga berjibaku menyelesaikan persoalan-persoalan kecil yang bagi pemiliknya berarti besar.

Bagi seorang anak, malam yang seharusnya menjadi perayaan ulang tahun bersama keluarga sempat diwarnai HP yang tercebur. Bagi anak lainnya, keramaian Malam Merdeka membuatnya terpisah dari keluarga dan harus menunggu di pos polisi.

Sementara bagi petugas Damkar dan kepolisian, kemeriahan perayaan tetap berjalan beriringan dengan tugas menjaga dan membantu warga yang membutuhkan pertolongan.

Di tengah gemerlap Malam Merdeka, cerita-cerita kecil itulah yang turut menjadi bagian dari wajah perayaan. Tentang keluarga, kepanikan sesaat, dan petugas yang hadir untuk membantu ketika keramaian tak lagi terasa menyenangkan bagi sebagian warga.