Dinsos Kota Padang Bakal Beri Pembinaan 3 Bocah yang Bobol 5 Toko HP

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tangkapan layar 3 bocah membobol lima toko HP di Plaza Andalas, Padang, Sumatera Barat, tertangkap saat masuk ke markas TNI AL. Foto: Dok. Polresta Padang
zoom-in-whitePerbesar
Tangkapan layar 3 bocah membobol lima toko HP di Plaza Andalas, Padang, Sumatera Barat, tertangkap saat masuk ke markas TNI AL. Foto: Dok. Polresta Padang

Dinas Sosial Kota Padang, Sumatera Barat, bakal memberikan pembinaan untuk tiga anak yang melakukan pencurian di lima toko handphone. Mereka kedapatan mencuri ponsel di pusat perbelanjaan Plaza Andalas, Kota Padang, Sumatera Barat, beberapa hari lalu.

Pembinaan yang diberikan beragam menyesuaikan perilaku ketiga anak tersebut. Adapun ketiganya berinisial AD (13), MA (11), dan HB (14).

Identitas AD dan MA diketahui berdasarkan Kartu Keluarga. Sementara HB, tidak memiliki kartu keluarga, orang tuanya juga tidak diketahui keberadaannya.

Kadinsos Kota Padang, Eri Sendjaya sudah mendengar kabar pencurian yang dilakukan ketiga anak yang telah putus sekolah itu. Ia membenarkan kejadian pencurian tersebut.

Pihaknya kini sedang menyusun bentuk pembinaan bagi ketiga anak di bawah umur tersebut.

"Pembinaan yang kami berikan bermacam-macam. Nanti psikolog kami akan bertanya kepada anak-anak tersebut sejauh mana perbuatan tidak terpuji yang dilakukan. Apakah penyebabnya karena pengaruh gadget, lingkungan atau murni dari si anak itu sendiri. Dari situ akan diambil kesimpulan untuk kami berikan pembinaan," katanya kepada kumparan, Rabu (26/8) sore.

Eri menambahkan, penanganan terhadap Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH) perlu peran serta semua pihak. Ia menjelaskan, ketiga anak tersebut saat ini berada di tempat penitipan Lembaga Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial (LPKS) Dinsos Kota Padang.

"Ketiganya dalam pengawasan kami. Sehingga anak tidak terbebani dengan masalah yang sedang dihadapi. Tempat penitipan ini memang diperuntukkan sebagai tempat sementara bagi Anak yang Berhadapan dengan Hukum sampai ada keputusan hukum dari pihak berwenang," terangnya.

Di lain sisi, Eri menyampaikan informasi kalau pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap kasus ini. Hal ini terkait modus dari ketiga anak tersebut melakukan pencurian.

"Apakah memang murni perilaku si anak atau ada pihak lain yang menjadikan ketiga anak ini sebagai alat. Informasi yang kami dapat demikian," jelasnya.

Sementara itu, terkait latar belakang keluarga dari ketiga anak tersebut Dinsos Kota Padang masih menelusurinya.

"Masih kami telusuri, makanya pembinaan tidak bisa hanya dari pemerintah saja. Melainkan membutuhkan pendekatan kekeluargaan," ujarnya.

Pihaknya juga meminta kepada orang tua untuk mengawasi anak-anaknya. Sehingga tidak terjerumus ke dalam perilaku tidak terpuji.

"Orang tua harus meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya. Jangan sampai permasalahan sosial di lingkungan memberikan dampak bagi perkembangan mereka ke depannya," pungkasnya.