Dokter PPDS Diduga di-Bully, Kemenkes Kirim Tim Investigasi ke RSUP Kandou

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengirim tim untuk melakukan investigasi ke RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou, Manado, Sulawesi Utara.
Hal itu dilakukan menyusul adanya dugaan kasus perundungan (bullying) terhadap salah satu peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi, dr. Adrian Rantung.
dr. Adrian merupakan peserta PPDS yang berasal dari Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (Unsrat).
Beredar informasi di media sosial yang menyebut dr. Adrian ditemukan tak bernyawa. Ia diduga mengakhiri hidup akibat tekanan berat selama menjalani pendidikan PPDS.
Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes RI, Azhar Jaya, mengatakan telah mengirim tim untuk melakukan pemeriksaan.
Selain itu, untuk sementara Program PPDS Anestesiologi di RSUP Kandou dihentikan sambil menunggu proses pemeriksaan yang dilakukan Kemenkes.
“Iya, untuk sementara kami hentikan dan kami telah mengirimkan tim pemeriksa ke sana,” ungkap Azhar saat dikonfirmasi, Senin (6/7).
Ashar juga mengaku akan melakukan investigasi terhadap dugaan kasus yang menimpa dr. Adrian.
“Iya kami sudah kirim tim ke sana,” pungkas dia.
