Gempa NTT: Muhammadiyah Sampaikan Duka Cita, Ajak Perkuat Solidaritas

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tim penyelamat memeriksa sebuah bangunan yang rusak parah di Pelabuhan L. Say usai gempa 7,7 magnitudo di Sikka, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026). Foto: Stringer/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Tim penyelamat memeriksa sebuah bangunan yang rusak parah di Pelabuhan L. Say usai gempa 7,7 magnitudo di Sikka, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026). Foto: Stringer/REUTERS

Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan duka cita mendalam atas musibah gempa bumi yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebanyak 47 orang meninggal dunia akibat gempa yang terjadi pada Sabtu (15/8)

“Atas nama Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan seluruh keluarga besar Muhammadiyah, kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah gempa bumi yang menimpa saudara-saudara kita di Flores, Nusa Tenggara Timur," kata Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir dalam keterangannya dikutip Minggu (16/8).

"Semoga saudara-saudara yang meninggal mendapat tempat terbaik di sisi Allah, serta memberikan kekuatan dan ketabahan kepada keluarga yang ditinggalkan,” tambahnya.

Haedar juga mendoakan agar warga yang terdampak diberikan keselamatan, kesehatan, dan kekuatan dalam menghadapi situasi darurat. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membantu warga yang sedang menghadapi musibah.

“Musibah ini merupakan duka kita bersama. Karena itu, seluruh elemen bangsa perlu bergandengan tangan, memberikan pertolongan terbaik kepada masyarakat yang terdampak, terutama mereka yang kehilangan anggota keluarga, tempat tinggal, dan sumber penghidupan,” tuturnya.

Muhammadiyah, kata Haedar, melalui jaringan kebencanaannya terus melakukan respons kemanusiaan di wilayah terdampak.

“Jaringan Muhammadiyah melalui MDMC dan Lazismu akan terus hadir membantu masyarakat. Kehadiran itu merupakan bagian dari komitmen Muhammadiyah untuk menolong sesama,” kata Haedar.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir. Foto: Youtube/Muhammadiyah Channel

MDMC telah mengaktifkan Pos Koordinasi Wilayah (Poskorwil) di Ende, NTT, sebagai bagian dari respons awal terhadap gempa bumi yang melanda wilayah Flores.

Pengaktifan Poskorwil tersebut menjadi langkah awal Muhammadiyah untuk memastikan kondisi masyarakat terdampak dapat dipantau secara berkala, sekaligus memastikan kebutuhan kemanusiaan di lapangan dapat diidentifikasi dan ditindaklanjuti secara terkoordinasi.

Haedar mengapresiasi gerak cepat para relawan Muhammadiyah yang berada di wilayah terdampak serta mengajak seluruh jaringan Muhammadiyah untuk memperkuat solidaritas kemanusiaan.

“Semoga para relawan, tenaga kesehatan, dan seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan bencana diberikan kekuatan dan kemudahan. Kita berharap proses evakuasi, pencarian, pelayanan kepada pengungsi, dan pemulihan masyarakat dapat berjalan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Haedar juga mengajak masyarakat luas untuk memberikan dukungan kepada warga Flores, baik melalui doa, bantuan kemanusiaan, maupun dukungan lain yang dibutuhkan dalam masa tanggap darurat.

“Dalam menghadapi bencana, kita harus memperkuat solidaritas dan gotong royong. Semoga dari musibah ini lahir kekuatan kemanusiaan yang membantu saudara-saudara kita untuk bangkit dan kembali menata kehidupan,” pungkas Haedar.